Program SUNSHIELD yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berhasil menumbuhkan kesadaran remaja di Desa Lise, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, akan pentingnya melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) melalui penggunaan sunscreen secara tepat.
Kegiatan edukasi yang dilaksanakan pada Senin (20/7/2026) di Aula Pondok Pesantren DDI Assalman Allakuang Cabang Lise ini diikuti 22 siswa SMP kelas VIII dan IX. Program tersebut merupakan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan kulit sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai sunscreen, bahaya paparan sinar UV, serta kebiasaan penggunaan sunscreen dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai fungsi sunscreen sebagai pelindung kulit dari paparan sinar UV, perbedaan sinar UVA dan UVB, serta dampak paparan sinar matahari yang berlebihan, seperti kulit terbakar (sunburn), hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga meningkatnya risiko kanker kulit.
Peserta juga diperkenalkan dengan dua jenis sunscreen, yaitu physical sunscreen dan chemical sunscreen, beserta cara kerjanya. Selain itu, dijelaskan pula cara memilih sunscreen yang tepat, seperti menggunakan produk dengan SPF minimal 30, berlabel Broad Spectrum untuk perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB, serta memiliki tingkat PA sebagai indikator perlindungan dari sinar UVA.
Tak hanya itu, peserta memperoleh edukasi mengenai cara penggunaan sunscreen yang benar, mulai dari mengaplikasikannya 15–30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan, menggunakan takaran yang cukup, hingga mengoleskannya kembali secara berkala agar perlindungan kulit tetap optimal.
Berbagai mitos dan fakta seputar penggunaan sunscreen juga dibahas untuk meluruskan kesalahpahaman yang masih dijumpai di masyarakat.
Selama penyampaian materi, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta menyampaikan pendapat sehingga suasana edukasi berlangsung interaktif dan materi lebih mudah dipahami.
Sebagai evaluasi, peserta mengikuti post-test untuk mengukur pemahaman setelah menerima materi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai fungsi sunscreen, bahaya paparan sinar UV, serta cara memilih dan menggunakan sunscreen dengan benar dalam aktivitas sehari-hari.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada peserta yang aktif selama sesi berlangsung, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama sebagai dokumentasi.
Melalui Program SUNSHIELD, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin berharap kesadaran remaja untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV terus meningkat. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan sederhana yang mendukung kesehatan kulit sejak usia dini.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI