Sebagai bagian dari program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, kegiatan bertajuk "Kenali DBD, Cegah Sejak Dini" digelar di SDN 6 Baranti, Kelurahan Duampanua, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Sabtu (18/7/2026).
Syahjehan Kayla Aurangga Mafri, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Hasanuddin yang menjadi penanggung jawab kegiatan, mengungkapkan sasaran utama program ini adalah siswa kelas V, dengan tujuan menambah pemahaman mereka tentang Demam Berdarah Dengue serta langkah pencegahannya lewat gerakan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur).
Sebanyak 15 siswa kelas V SDN 6 Baranti turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Sesi dibuka dengan pre-test guna memetakan sejauh mana pemahaman awal siswa terhadap DBD, mulai dari gejala, cara penularan, hingga upaya pencegahannya.
Materi kemudian disampaikan melalui presentasi PowerPoint (PPT) yang mencakup pengertian DBD, mekanisme penularan, tanda dan gejala, serta langkah-langkah pencegahan. Suasana penyuluhan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendorong siswa aktif berdiskusi dan bertanya sepanjang kegiatan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, siswa mengerjakan post-test untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka berkembang setelah menerima materi. Hasilnya cukup menggembirakan: skor rata-rata yang semula berkisar 50-60 pada pre-test naik menjadi 90-100 pada post-test, menandakan pemahaman siswa terhadap DBD meningkat tajam.
Capaian ini diharapkan mendorong siswa untuk konsisten menerapkan prinsip 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) sebagai kebiasaan sehari-hari dalam mencegah DBD.
Menurut Syahjehan, penanaman pemahaman tentang pencegahan penyakit menular semestinya dimulai sejak bangku sekolah dasar, agar anak-anak terbiasa menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
"Melalui penyuluhan ini, kami berharap siswa dapat memahami pentingnya pencegahan DBD dengan menerapkan prinsip 3M dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya diterapkan oleh siswa, tetapi juga dapat disampaikan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya," ujar Syahjehan.
Pihak SDN 6 Baranti memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi ini sebagai salah satu upaya menambah wawasan siswa seputar DBD dan pencegahannya.
Rangkaian pre-test, edukasi interaktif, dan post-test yang dijalankan diharapkan mampu membekali siswa dengan pemahaman yang lebih matang sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat guna menekan penyebaran DBD di lingkungan sekolah maupun rumah.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI