Ketekunan Kasiman dalam mengolah nira aren mengantarkannya menghasilkan gula semut Golla Lumika, produk unggulan dari Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Berbekal pengetahuan dari pelatihan dan dukungan teknologi melalui program Perhutanan Sosial, Kasiman mampu mengembangkan pengolahan nira aren menjadi produk bernilai ekonomi.
Sepulang dari pelatihan, ilmu yang diperolehnya tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ia mencoba mengolah nira aren yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi gula semut di rumah dengan peralatan sederhana.
Proses tersebut tidak selalu berjalan mudah. Dengan keterbatasan alat dan pengalaman, ia terus belajar memperbaiki cara pengolahan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Dari satu percobaan ke percobaan berikutnya, keterampilannya semakin berkembang.
Ketekunan itu kemudian mendapat dukungan melalui program Perhutanan Sosial. Ia memperoleh bantuan alat produksi berupa mesin pembuat gula semut yang membantu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menjaga kualitas Golla Lumika.
Dukungan teknologi membuat proses produksi menjadi lebih efektif. Usaha yang sebelumnya dilakukan dalam skala rumahan perlahan berkembang dan mampu menghasilkan produk yang lebih siap memenuhi kebutuhan pasar.
Seiring waktu, Golla Lumika mulai dikenal masyarakat dan menjadi salah satu oleh-oleh khas Desa Compong. Produk tersebut tidak hanya memanfaatkan potensi nira aren yang tersedia di desa, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha bagi masyarakat setempat.
Perjalanan pembuat gula semut Golla Lumika menunjukkan ketekunan dapat mengubah pengetahuan dari sebuah pelatihan menjadi keterampilan yang bernilai ekonomi. Dari langkah sederhana di rumah, usaha tersebut tumbuh menjadi produk unggulan yang membawa nama Desa Compong.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI