Dari Meja Belajar hingga Etika Batuk, Siswa MTs DDI Wanio Makin Siap Cegah ISPA

Sabtu, 25 Juli 2026
Dari Meja Belajar hingga Etika Batuk, Siswa MTs DDI Wanio Makin Siap Cegah ISPA

Dari Meja Belajar hingga Etika Batuk, Siswa MTs DDI Wanio Makin Siap Cegah ISPA

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Gelombang 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) DDI Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang, belajar mencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melalui edukasi kesehatan dan praktik sanitasi sederhana.

Kegiatan bertajuk "WANIO BERKILAS: Aksi Sanitasi dan Edukasi Pencegahan ISPA untuk Ciptakan Lingkungan Kelas yang Sehat" tersebut dilaksanakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Umum, Andiza Nurul Amaliah, sebagai program kerja individu pada 23–24 Juli 2026.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pencegahan ISPA, etika batuk yang benar, serta pentingnya menjaga kebersihan fasilitas belajar. 

Siswa juga dilatih melakukan sanitasi meja belajar secara mandiri sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit di lingkungan sekolah.

Pada hari pertama, siswa mengikuti pembukaan dan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal terkait ISPA. Setelah itu, mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai penyebab dan pencegahan ISPA.

Siswa juga mendapatkan edukasi etika batuk yang benar dengan menggunakan lengan bagian dalam. Selain itu, mereka mempraktikkan enam langkah cuci tangan sesuai standar WHO.

Tidak hanya teori, mahasiswa KKN Unhas juga mengajak siswa membuat cairan pembersih meja yang sederhana dan ramah saku menggunakan sabun cuci piring. Siswa kemudian mempraktikkan cara membersihkan meja belajar dengan benar.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan post-test untuk melihat peningkatan pemahaman siswa. Suasana semakin meriah melalui kuis interaktif dan pemberian hadiah bagi peserta yang aktif. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Selama kegiatan berlangsung, siswa MTs DDI Wanio menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mampu mempraktikkan kembali langkah cuci tangan dan cara membersihkan meja belajar dengan baik.

Andiza Nurul Amaliah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Umum sekaligus penanggung jawab kegiatan, mengatakan edukasi tersebut dilakukan karena tingginya kasus ISPA di lingkungan sekitar.

"Tingginya kasus ISPA di lingkungan sekitar memotivasi kami untuk mengedukasi anak-anak sekolah sejak dini. Melalui aksi sanitasi meja belajar dan pemahaman etika batuk yang benar, kami berharap rantai penularan kuman di dalam kelas dapat diputus secara efektif," ujarnya.

Kepala MTs DDI Wanio, Dra. Darmawati, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, edukasi langsung seperti ini penting agar siswa terbiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan belajar.

"Edukasi langsung seperti ini sangat dibutuhkan oleh para siswa agar mereka terbiasa menjaga kebersihan diri dan fasilitas belajarnya. Langkah kreatif mahasiswa membuat suasana belajar menjadi sangat seru sekaligus edukatif," tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Gelombang 69 Unhas berharap siswa semakin sadar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi pencegahan ISPA dan sanitasi sederhana diharapkan dapat membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan di Desa Wanio.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...