Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan Mars Desa Bola Bulu sebagai karya yang diharapkan menjadi identitas sekaligus perekat persatuan masyarakat Desa Bola Bulu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Sosialisasi Mars Desa Bola Bulu digelar di Kantor Desa Bola Bulu, Selasa (4/8/2026), sebagai bagian dari program kerja individu mahasiswa KKN-T Unhas. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dusun, staf Kantor Desa Bola Bulu, serta masyarakat setempat.
Mars Desa Bola Bulu merupakan karya Mu’adzatul Afifah, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin. Dalam kegiatan tersebut, Mu’adzah memperkenalkan mars melalui pemutaran lagu yang telah dibuat, kemudian mengajak peserta menyanyikannya bersama.
Lagu tersebut memuat lirik yang menggambarkan identitas, potensi, dan semangat masyarakat Desa Bola Bulu. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi sebuah lagu, tetapi juga simbol kebanggaan masyarakat terhadap desa.
Sekretaris Desa Bola Bulu, Askar, mengapresiasi hadirnya Mars Desa Bola Bulu. Menurutnya, mars tersebut dapat menjadi media untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan memperkuat persatuan masyarakat.
“Adanya mars ini dapat meningkatkan semangat persatuan masyarakat Bola Bulu. Liriknya juga membuat kita semakin bangga terhadap potensi yang dimiliki desa ini,” ujar Askar.
Apresiasi serupa disampaikan masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Salah seorang warga mengaku senang dengan hadirnya mars desa karena memiliki lirik dan melodi yang menarik serta mudah dinyanyikan bersama.
“Saya sangat senang dengan adanya mars ini. Mulai dari lirik sampai melodinya sangat bagus dan bersemangat, sehingga enak dinyanyikan bersama. Ini juga bisa mengeratkan persatuan masyarakat Desa Bola Bulu,” ungkapnya.
Mu’adzah menjelaskan, pembuatan Mars Desa Bola Bulu tidak hanya menjadi bagian dari program kerja KKN, tetapi juga karya yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah kegiatan KKN-T 116 Unhas berakhir.
“Harapannya, Mars Desa Bola Bulu ini bukan hanya menjadi karya selama saya menjalankan KKN, tetapi bisa terus digunakan dan dinyanyikan oleh masyarakat dalam berbagai kegiatan desa, sehingga tetap memberikan manfaat meskipun masa KKN telah selesai,” ujarnya.
Ia berharap Mars Desa Bola Bulu dapat menjadi identitas yang merepresentasikan semangat, potensi, dan persatuan masyarakat serta digunakan dalam berbagai kegiatan resmi maupun kegiatan kemasyarakatan di masa mendatang.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI