Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak masyarakat Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), memilah dan memanfaatkan sampah sesuai jenisnya.
Upaya tersebut diwujudkan melalui program kerja kelompok “Bak Sampah: Penyediaan Tempat Sampah Terpilah dan Pengelolaan Sampah Menjadi Produk Bermanfaat yang Berkelanjutan” dengan memasang bak sampah terpilah di lingkungan Kantor Kelurahan Macorawalie, Jumat (7/8/2026).
Bak sampah tersebut disiapkan sebagai sarana awal untuk membiasakan masyarakat memisahkan sampah organik dan anorganik. Pemilahan dilakukan agar sampah tidak langsung berakhir sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali sesuai karakteristiknya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Masyarakat diperkenalkan dengan berbagai cara pemanfaatan sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi pupuk organik cair (POC) dan eco-enzyme. Sementara sampah anorganik dapat dimanfaatkan menjadi berbagai produk kerajinan.
Program ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa yang menemukan sebagian masyarakat Kelurahan Macorawalie masih mengelola sampah secara konvensional tanpa pemilahan. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menghadirkan sarana sekaligus edukasi pengelolaan sampah.
Mahasiswa KKN-T Unhas Kelurahan Macorawalie selaku penanggung jawab program mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam memperlakukan sampah.
“Melalui program ini, kami berharap masyarakat tidak hanya membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga mulai memilah dan memanfaatkan sampah sesuai jenisnya. Sampah organik yang telah dipilah dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik cair dan eco-enzyme, sedangkan sampah anorganik dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat,” ujarnya.
Pengelolaan sampah juga diarahkan agar melibatkan masyarakat dari berbagai kelompok, termasuk kaum muda. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kebiasaan memilah dan mengolah sampah secara mandiri di lingkungan sekitar.
Melalui penyediaan bak sampah terpilah dan edukasi, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemasangan sarana, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan masyarakat dalam mengurangi dan memanfaatkan sampah.
Kegiatan ini sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Dengan pemilahan sejak dari sumbernya, sampah diharapkan tidak lagi sekadar menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat Kelurahan Macorawalie.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI