Makna peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi penguat visi Kabupaten Sidenreng Rappang sebagai daerah yang aman dan religius. Hal tersebut tercermin dalam Peringatan Isra Mi’raj tingkat kabupaten yang digelar di Masjid Agung Pangkajene Sidrap, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad SAW untuk Meningkatkan Etos Kerja dan Profesionalisme” itu dihadiri Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, Ketua TP PKK Hj. Haslindah Syaharuddin, Ketua DWP Andi Rieskha Rahmat, serta unsur Forkopimda.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan peristiwa Isra Mi’raj merupakan gambaran perjalanan spiritual yang sarat keteladanan dan dapat dijadikan panutan dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Perjalanan Isra Mi’raj ini adalah gambaran keteladanan yang menjadi panutan dan simbol visi Sidrap Aman dan Religius melalui program unggulan Sidrap Berkah. Insya Allah, dengan meneladani Rasulullah, nilai-nilai itu bisa kita implementasikan dalam membangun Kabupaten Sidrap,” ujar Syaharuddin.
Ia menegaskan, visi Sidrap Aman dan Religius tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui sikap, etos kerja, dan profesionalisme aparatur serta masyarakat, yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut diisi tausiah oleh K.H. Amir Mustafa, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Enrekang. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah memaknai Isra Mi’raj sebagai penguat etos kerja dan profesionalisme.
“Sebelum peristiwa Isra Mi’raj, Nabi Muhammad mengalami berbagai tekanan yang mengajarkan kepada kita bahwa dalam melakukan kebaikan tidak selamanya berjalan mudah. Ini menjadi teladan bagi kita dalam menguatkan etos kerja,” katanya.
Ia lalu menjelaskan, nilai spiritual dalam bekerja akan melahirkan sikap yang disiplin, dan bertanggung jawab. Tak kalah pentingnya, nilai spiritual akan menjadikan pekerjaan sebagai ladang ibadah.
“Bekerja tidak semata-mata menyelesaikan SOP atau menjalankan perintah, tetapi harus diniatkan untuk mengharap pahala dari Allah SWT,” pesan Amir Mustafa.
Acara dihadiri para pejabat bersama jajaran Pemkab Sidrap, Kepala Kantor Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sidrap, Ketua MUI, pimpinan Baznas, para camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Sidrap.
Hadir pula Kepala KUA, korwil, kepala sekolah SD, SMP, SMA sederajat se-Kecamatan Maritengngae, pengurus BKMT Kecamatan Maritengngae, pengurus Masjid Agung Pangkajene, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Pewarta: HARIYANTO BASRI, ABDUL HASAN & ANDI MUNAWARAH
Editor: NURYADIN SUKRI