Upaya mencegah masalah gigi pada anak sejak usia sekolah dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program Gigi Sehat Anak Negeri (GISAN) di Desa Wanio Timoreng, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa hingga Rabu, 21–22 Juli 2026 tersebut menyasar siswa kelas IV dan V SDN 3 Wanio serta SDN 4 Wette’e, dengan melibatkan 44 peserta. Program ini digagas mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Gigi sebagai langkah edukasi kesehatan gigi dan mulut sekaligus upaya memutus rantai karies sejak dini.
GISAN hadir berdasarkan temuan Puskesmas Bilokka yang menunjukkan adanya peningkatan kunjungan anak ke poli gigi dari waktu ke waktu. Kondisi yang menjadi perhatian yakni kasus terbanyak yang ditemukan bukan lagi karies tahap awal, melainkan pulpitis dan abses gigi, yaitu gangguan lanjutan akibat karies yang tidak segera ditangani.
Hal tersebut menunjukkan masih banyak anak yang datang memeriksakan gigi ketika masalah sudah berkembang menjadi lebih serius. Karena itu, mahasiswa KKN-PK Unhas memilih melakukan intervensi edukasi langsung kepada siswa sekolah dasar agar kesadaran menjaga kesehatan gigi dapat dibangun sejak awal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengisian kuesioner pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa terkait kesehatan gigi dan mulut. Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi melalui video animasi tentang cara menjaga kebersihan gigi serta teknik menyikat gigi yang tepat.
Materi kemudian diperkuat melalui demonstrasi menggunakan model gigi. Mahasiswa memperagakan teknik menyikat gigi yang benar sebelum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif bersama para siswa.
Kegiatan ditutup dengan praktik sikat gigi bersama menggunakan metode Bass, yakni teknik menyikat gigi dengan posisi sikat membentuk sudut 45 derajat terhadap gusi dengan gerakan kecil memutar untuk membantu membersihkan area sekitar gigi secara optimal.
Kepala SDN 4 Wette’e, Amrullah, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai edukasi kesehatan gigi sejak usia sekolah sangat penting untuk mencegah gigi berlubang pada anak.
"Kegiatan seperti ini bagus guna pencegahan gigi berlubang anak, dari yang tidak tahu menjadi tahu cara menyikat gigi yang benar. Semoga bisa berlanjut program seperti ini di sekolah," ujarnya.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa. Satria, siswa SDN 3 Wanio, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut, terutama saat praktik sikat gigi bersama mahasiswa KKN.
"Kegiatannya sangat menyenangkan, kami sikat gigi bersama dibantu kakak KKN, ada juga video animasi," katanya.
Melalui GISAN, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat tertanam pada anak sejak dini. Program ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk menekan kasus karies, pulpitis, dan abses gigi pada anak di Desa Wanio Timoreng.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI