Anemia masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Menjawab kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi pencegahan anemia yang dirangkaikan dengan pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada siswi SMP Negeri 5 Panca Rijang.
Kegiatan ini merupakan program kerja yang diinisiasi oleh Hassya Andhara Aflaha Furqani, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, dengan mengusung tema "Kenali dan Cegah Anemia Sejak Dini melalui Edukasi dan Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri SMP Negeri 5 Panca Rijang."
Cukup tingginya angka kasus anemia di Desa Bulo menjadi alasan utama dipilihnya remaja putri sebagai sasaran kegiatan.
Pada masa remaja, kebutuhan zat besi meningkat seiring pertumbuhan tubuh dan siklus menstruasi.
Apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, risiko anemia meningkat dan dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, menurunnya konsentrasi belajar, hingga berdampak pada kesehatan dan produktivitas di masa depan.
Melalui kegiatan ini, para siswi mendapatkan edukasi mengenai pengertian anemia, penyebab, tanda dan gejala, dampak, serta langkah-langkah pencegahannya.
Mahasiswa juga mengajak peserta membiasakan pola makan bergizi seimbang, mengonsumsi makanan kaya zat besi, serta memahami pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin sesuai anjuran.
Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN-PK turut membagikan Tablet Tambah Darah kepada seluruh peserta.
Pembagian tersebut disertai penjelasan mengenai cara konsumsi yang benar, waktu yang dianjurkan, serta manfaat yang diperoleh apabila tablet dikonsumsi secara teratur.
Dengan demikian, peserta tidak hanya menerima tablet, tetapi juga memahami pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsinya.
Penanggung jawab kegiatan, Hassya Andhara Aflaha Furqani, mengatakan edukasi merupakan langkah awal yang penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia remaja.
> "Anemia sering kali dianggap sebagai masalah biasa, padahal dampaknya cukup besar terhadap kesehatan dan aktivitas belajar remaja putri. Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswi semakin memahami pentingnya menjaga asupan zat besi dan membiasakan diri mengonsumsi Tablet Tambah Darah agar terhindar dari anemia," ujarnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Para siswi mengikuti materi dengan antusias, aktif bertanya, dan berdiskusi mengenai kebiasaan menjaga kesehatan serta pencegahan anemia.
Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan masih sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus membangun kesadaran menjaga kesehatan sejak usia remaja.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap edukasi dan pemberian Tablet Tambah Darah dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung penurunan angka kejadian anemia di Desa Bulo.
Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran, remaja putri diharapkan mampu menerapkan perilaku hidup sehat serta menjadi agen perubahan dalam pencegahan anemia, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI