FGD Bersama Bappenas, Sidrap Perkuat Posisi sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Sulse

Kamis, 9 Juli 2026
FGD Bersama Bappenas, Sidrap Perkuat Posisi sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Sulse

FGD Bersama Bappenas, Sidrap Perkuat Posisi sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Sulse

Pemerintah Sidrap terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Focus Group Discussion (FGD) lintas sektor bersama Tim Kementerian PPN/Bappenas RI yang membahas pengembangan ekonomi inklusif berbasis komoditas padi dan energi baru terbarukan (EBT) di Aula Saromase, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap, Andi Rahmat Saleh, mewakili Bupati Sidrap, dan dihadiri Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas RI, bersama tim Bappenas, serta perwakilan Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan.

Turut hadir Anggota Komisi II DPRD Sidrap Bahrul Appas, Kepala BPS Sidrap, pejabat Pemkab Sidrap, serta mitra investor sektor energi dan peternakan, yakni PT Barito Renewables Energy, PT UPC Renewables Indonesia, dan PT Cahaya Mario.

Dalam sambutannya, Andi Rahmat Saleh memaparkan Kabupaten Sidrap memiliki luas wilayah sekitar 1.800 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 338 ribu jiwa.

"Sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Sulawesi Selatan, Sidrap terus mengakselerasi pembangunan melalui visi 'Sidrap Maju dan Sejahtera' yang diwujudkan melalui tujuh misi dan 14 program unggulan yang selaras dengan Program Strategis Nasional," terangnya.

Sebagai lumbung pangan, lumbung telur, sekaligus lumbung ulama, Pemkab Sidrap menjalankan berbagai program prioritas yang berdampak langsung kepada masyarakat, antara lain BPJS Kesehatan gratis, pendidikan unggul, pupuk lancar, listrik masuk sawah, stabilisasi harga komoditas, pengembangan UMKM, pemberdayaan wirausaha Generasi Z dan milenial, serta peningkatan kesejahteraan ASN dan perangkat desa sebagai penggerak ekonomi daerah.

Andi Rahmat Saleh selanjutnya memaparkan capaian ekonomi Sidrap yang menunjukkan peningkatan signifikan. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,04 persen pada 2024 menjadi 7,71 persen pada 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, capaian tersebut lahir dari sinergi tiga pilar pembangunan, yakni umara (pemerintah), ulama, dan aghnia (pengusaha/dermawan), yang terus diperkuat dalam mendukung pembangunan daerah.

Hasilnya, Kabupaten Sidrap berhasil meraih berbagai prestasi, di antaranya Terbaik I Regional Sulawesi dalam penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting, serta Terbaik I Regional Sulawesi dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Sementara itu, Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas RI, Ika Retna Wulandary, menyampaikan FGD tersebut menjadi bagian dari upaya menyusun arah pembangunan yang lebih terintegrasi melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, Sidrap memiliki modal besar untuk terus berkembang dengan kekuatan sektor pertanian, peternakan, serta potensi energi baru terbarukan.

Pada penutupan kegiatan, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif hadir sekaligus memberikan arahan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Bappenas, pemerintah provinsi, investor, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pertanian modern, mempercepat pembangunan infrastruktur, mengembangkan energi baru terbarukan, serta memperkuat ekonomi kerakyatan.

Bupati berharap hasil FGD lintas sektor tersebut menjadi pijakan dalam menyusun program pembangunan yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, memperluas lapangan kerja, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sidrap secara berkelanjutan.

Pewarta: ANDI ASMUNAWARDI
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...