Nyeri Punggung Saat Bertani KKN Unhas Punya Gerakan Sederhana untuk Mencegahnya

Jum'at, 24 Juli 2026
Nyeri Punggung Saat Bertani KKN Unhas Punya Gerakan Sederhana untuk Mencegahnya

Nyeri Punggung Saat Bertani KKN Unhas Punya Gerakan Sederhana untuk Mencegahnya

Aktivitas bertani yang dilakukan berulang setiap hari dapat memicu keluhan nyeri punggung, terutama jika dilakukan dengan posisi tubuh yang kurang tepat. 

Untuk mencegah risiko tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 69 memperkenalkan gerakan sederhana berupa stretching dan edukasi ergonomi kerja kepada petani di Kelurahan Lautang Benteng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Rabu (22/7/2026).

Program kerja individu bertajuk “Gerakan Petani Sehat: Edukasi Ergonomi Kerja dan Stretching Sebagai Upaya Pencegahan Low Back Pain pada Petani” ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Nurul Ahdiyah Maulina, di Sekretariat Gapoktan Brigade Pangan Talumae. 

Kegiatan tersebut diikuti 33 orang peserta yang merupakan anggota kelompok tani di Kelurahan Lautang Benteng.

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani mengenai pentingnya penerapan ergonomi kerja yang baik dan benar serta latihan peregangan (stretching) sebagai upaya promotif dan preventif dalam mencegah Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah.

Edukasi tersebut dilatarbelakangi tingginya risiko gangguan muskuloskeletal pada petani akibat aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang, mengangkat beban, membungkuk dalam waktu lama, serta mempertahankan posisi tubuh yang kurang ergonomis selama bekerja di lahan pertanian.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai ergonomi kerja dan latihan peregangan. Selanjutnya, peserta diberikan penyuluhan mengenai prinsip-prinsip ergonomi dalam aktivitas bertani, seperti cara mengangkat beban yang benar, teknik membungkuk yang aman, serta pentingnya mengatur posisi tubuh agar beban pada tulang belakang dapat diminimalkan.

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mendemonstrasikan beberapa gerakan stretching sederhana yang dapat dilakukan sebelum bekerja sebagai pemanasan, saat istirahat untuk mengurangi ketegangan otot, maupun setelah bekerja sebagai pendinginan.

Selama kegiatan berlangsung, para petani menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif mengikuti demonstrasi gerakan serta berdiskusi mengenai keluhan nyeri punggung bawah yang sering dialami selama bekerja. 

Melalui sesi tanya jawab, peserta memperoleh pemahaman mengenai hubungan antara postur kerja yang kurang ergonomis dengan meningkatnya risiko Low Back Pain serta pentingnya melakukan peregangan secara rutin untuk menjaga fleksibilitas otot dan mengurangi risiko cedera.

Sebagai bentuk edukasi berkelanjutan, mahasiswa juga menyerahkan sekaligus memasang poster edukasi mengenai ergonomi kerja dan gerakan stretching di Sekretariat Gapoktan Brigade Pangan Talumae serta Kantor Lurah Kelurahan Lautang Benteng. Poster tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran mandiri bagi petani maupun masyarakat yang berkunjung.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi. Melalui program ini, para petani diharapkan mampu menerapkan prinsip ergonomi kerja dan membiasakan melakukan latihan peregangan secara mandiri sehingga risiko terjadinya Low Back Pain dapat berkurang serta kesehatan dan produktivitas kerja petani tetap terjaga.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...