Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin, St. Hermalia Rahmah, melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan pencatatan keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Damai, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, pada 21–23 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya pengelolaan keuangan melalui pencatatan transaksi yang sederhana, teratur, dan mudah diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode door to door, yaitu Hermalia mengunjungi langsung lokasi usaha masing-masing pelaku UMKM. Pendekatan ini dipilih agar proses penyampaian materi dan pendampingan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan setiap pelaku usaha.
Melalui interaksi langsung, mahasiswa juga dapat memahami kendala yang dihadapi UMKM dalam melakukan pencatatan keuangan serta memberikan solusi yang sesuai dengan kondisi usaha yang dijalankan.
Sebanyak enam pelaku UMKM mengikuti kegiatan pendampingan ini. Dalam setiap kunjungan, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, mencatat setiap transaksi pemasukan dan pengeluaran, serta memanfaatkan data keuangan sebagai dasar dalam mengambil keputusan usaha.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh para pelaku UMKM.
Selain memberikan pemahaman mengenai konsep dasar pengelolaan keuangan, Hermalia juga memperkenalkan penggunaan aplikasi Catatan Keuangan sebagai media pencatatan transaksi.
Aplikasi ini dipilih karena mudah dioperasikan dan memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan usaha skala mikro maupun kecil. Mahasiswa mendampingi pelaku UMKM mulai dari proses instalasi aplikasi, pengenalan menu, hingga praktik langsung mencatat transaksi sesuai dengan aktivitas usaha masing-masing.
Menurut St. Hermalia Rahmah, mahasiswa KKN sekaligus pelaksana program kerja, pencatatan keuangan memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan usaha karena tidak hanya berfungsi mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga menghasilkan data transaksi yang transparan.
"Melalui pencatatan keuangan yang dilakukan secara rutin, pelaku UMKM dapat mengetahui kondisi usahanya secara nyata, mengevaluasi perkembangan usaha dari waktu ke waktu, serta lebih mudah menentukan arah dan strategi pengembangan usaha ke depannya. Harapan kami, kebiasaan ini dapat terus diterapkan sehingga pengelolaan usaha menjadi lebih tertata dan berkelanjutan," ujarnya.
Selama proses pendampingan, mahasiswa juga memberikan contoh cara mencatat transaksi harian secara benar serta menjelaskan manfaat laporan keuangan yang dihasilkan oleh aplikasi.
Dengan adanya pencatatan yang dilakukan secara rutin, pelaku UMKM diharapkan dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya, mengontrol arus kas, menghitung keuntungan, serta menyusun perencanaan usaha yang lebih baik.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para pelaku UMKM di Desa Damai. Pendampingan secara langsung memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan keuangan usaha.
Melalui kegiatan ini, Hermalia berharap pelaku UMKM dapat menerapkan pencatatan keuangan secara konsisten sehingga mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperkuat daya saing, serta mendukung keberlanjutan perkembangan UMKM di Desa Damai.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI