Kelas Sehat Dagusibu, KKN-PK Unhas Ajak Warga Takkalasi Gunakan Obat Secara Bijak

Jum'at, 7 Agustus 2026
Kelas Sehat Dagusibu, KKN-PK Unhas Ajak Warga Takkalasi Gunakan Obat Secara Bijak

Kelas Sehat Dagusibu, KKN-PK Unhas Ajak Warga Takkalasi Gunakan Obat Secara Bijak

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 69 menggelar edukasi kesehatan bertajuk “Kelas Sehat Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat): Cerdas Gunakan Obat, Cegah Resistensi Antibiotik” di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (27/7/2026) tersebut terintegrasi dengan pelayanan Posyandu dan berlangsung di tiga titik, yakni Posyandu Al Hidayah Dusun 2 Campalagian, Posyandu Ilham Dusun 1 Kantor Desa Takkalasi, serta Posyandu Raodah Dusun 2 Kampung Dare. 

Sebanyak 52 warga mengikuti rangkaian edukasi mengenai penggunaan dan pengelolaan obat yang tepat.

Program ini menjadi upaya preventif dan promotif mahasiswa KKN-PK Unhas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang aman, khususnya dalam mencegah resistensi antibiotik akibat penggunaan yang tidak sesuai aturan.

Penanggung jawab kegiatan, Elizabeth Lilian Gozali, menjelaskan edukasi tersebut dilatarbelakangi masih ditemukannya kebiasaan masyarakat memperoleh obat, termasuk antibiotik, tanpa melalui tenaga kesehatan atau fasilitas resmi. 

Selain itu, penyimpanan sisa obat resep lama untuk digunakan kembali saat mengalami keluhan serupa juga menjadi perhatian.

“Sekali kita salah pakai antibiotik, bakteri bisa menjadi kebal. Nanti kalau sakit parah, obatnya bisa tidak manjur lagi. Mari kita lebih cermat dalam menyimpan obat dengan mengingat empat prinsip ini (Dagusibu),” ujar mahasiswa Fakultas Farmasi Unhas tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan dengan empat prinsip utama DAGUSIBU. Pada tahap “Dapatkan”, masyarakat diedukasi untuk memperoleh obat dari sarana resmi seperti apotek atau fasilitas pelayanan kesehatan, bukan dari tempat penjualan yang tidak memiliki kewenangan.

Selanjutnya, pada tahap “Gunakan”, warga diarahkan agar mengonsumsi obat sesuai aturan pakai dan dosis yang diberikan tenaga kesehatan, termasuk menghabiskan antibiotik sesuai resep dokter.

Pada tahap “Simpan”, peserta diberikan pemahaman mengenai cara penyimpanan obat yang benar, seperti menempatkannya di tempat sejuk dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung. Masyarakat juga diimbau tidak menyimpan sisa antibiotik untuk penggunaan di kemudian hari.

Sementara itu, tahap “Buang” mengajarkan cara membuang obat yang sudah tidak digunakan dengan aman, yakni dengan merusak bentuk fisik obat maupun kemasannya terlebih dahulu agar tidak disalahgunakan.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal masyarakat, dilanjutkan dengan penyuluhan dan pembagian media edukasi, kemudian ditutup melalui post-test guna melihat perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan.

Melalui program “Kelas Sehat Dagusibu”, mahasiswa KKN-PK Unhas Gelombang 69 berharap masyarakat Desa Takkalasi semakin bijak dalam mengelola obat keluarga dan mampu berperan dalam menekan risiko resistensi antibiotik di lingkungan sekitar.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK Unhas, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan setempat dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sadar akan penggunaan obat yang tepat.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...