Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) UMKM 116 Universitas Hasanuddin dari Fakultas Peternakan, Ali Asran Brawijaya, melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pendampingan Penyusunan Business Model Canvas (BMC) bagi Pelaku UMKM sebagai Upaya Identifikasi Potensi dan Pengembangan Usaha di Desa Damai” di Desa Damai, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Program ini bertujuan membantu pelaku UMKM memahami model bisnis yang dijalankan melalui penyusunan Business Model Canvas (BMC), sehingga mampu mengidentifikasi potensi usaha serta menyusun strategi pengembangan bisnis secara lebih terarah.
Kegiatan dilaksanakan pada 21–30 Juli 2026 dengan melibatkan empat UMKM di Desa Damai, yaitu Kedai Nofal, Kedai Ana, Agromandiri, dan Jipang Beras Cahaya Damai.
Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi dan wawancara bersama pelaku UMKM untuk memperoleh informasi terkait jenis usaha, produk yang ditawarkan, target pelanggan, strategi pemasaran, sumber daya, aktivitas usaha, hingga biaya operasional.
Selain mengumpulkan informasi mengenai kondisi usaha, dilakukan pula identifikasi terhadap potensi dan kendala yang dihadapi masing-masing UMKM sebagai dasar dalam penyusunan Business Model Canvas.
Berdasarkan hasil observasi tersebut, penyusunan Business Model Canvas dilakukan dengan mengisi sembilan elemen utama yang disesuaikan dengan kondisi setiap usaha.
Proses penyusunan melibatkan diskusi bersama pemilik UMKM agar informasi yang dituangkan dalam BMC sesuai dengan keadaan sebenarnya serta dapat menggambarkan model bisnis yang sedang dijalankan.
Dalam kegiatan pendampingan, Ali Asran Brawijaya juga memberikan penjelasan mengenai fungsi setiap elemen dalam Business Model Canvas, mulai dari Customer Segments, Value Proposition, Channels, Customer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, Key Partnerships, hingga Cost Structure.
Penjelasan tersebut diberikan agar pelaku UMKM tidak hanya menerima dokumen BMC, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya sebagai alat evaluasi usaha dan dasar dalam merancang strategi pengembangan bisnis ke depan.
Pada 27 Juli 2026, dilakukan penyempurnaan Business Model Canvas berdasarkan hasil diskusi bersama para pelaku UMKM. Setiap masukan dari pemilik usaha menjadi bahan evaluasi untuk memastikan model bisnis yang disusun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan usaha masing-masing.
Tahapan selanjutnya dilaksanakan pada 28–30 Juli 2026 dengan penyerahan Business Model Canvas yang telah selesai disusun kepada masing-masing pelaku UMKM.
Penyerahan tersebut disertai penjelasan mengenai fungsi setiap elemen BMC serta cara penggunaannya sebagai pedoman dalam mengevaluasi dan mengembangkan usaha.
Dokumen BMC tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam mengambil keputusan bisnis, meningkatkan efektivitas pemasaran, serta mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar.
Melalui program kerja individu ini, Ali Asran Brawijaya berharap pendampingan penyusunan Business Model Canvas dapat membantu pelaku UMKM di Desa Damai memahami model bisnisnya, mengidentifikasi peluang pengembangan, dan meningkatkan daya saing usaha.
Dengan adanya pendampingan ini, pelaku UMKM diharapkan mampu mengelola usaha secara lebih terencana, memperluas jangkauan pemasaran, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Damai secara berkelanjutan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI