Sisa makanan dari aktivitas UMKM kuliner di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kini tidak harus berakhir sebagai sampah.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UMKM 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak pelaku UMKM dan masyarakat mengolah sisa makanan menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui program Zero Waste: Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Sisa Makanan (Food Waste).
Kegiatan yang berlangsung Senin (3/8/2026) di Kantor Kelurahan Majjelling Wattang ini diikuti 40 peserta yang terdiri atas masyarakat, pelaku UMKM kuliner, warga sekitar, dan mahasiswa.
Program tersebut menjadi upaya mengenalkan pengelolaan sampah organik yang sederhana sekaligus mendorong penerapan konsep zero waste di lingkungan UMKM.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan sosialisasi, tetapi juga mengikuti praktik pembuatan POC secara langsung. Mahasiswa memperkenalkan pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan, seperti botol bekas, cacahan kulit sayuran, EM4, molase, air kelapa, dan air cucian beras.
Penggunaan bahan-bahan sederhana tersebut memungkinkan peserta mempraktikkan kembali pembuatan POC secara mandiri di rumah maupun lingkungan usaha. Dengan cara ini, sisa makanan yang sebelumnya dibuang dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi tanaman.
Selain praktik, mahasiswa juga menyiapkan modul pembelajaran yang memuat tahapan pembuatan POC, takaran bahan, serta tips perawatan agar hasilnya optimal.
Modul tersebut diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat dan pelaku UMKM dalam mengelola limbah organik secara berkelanjutan dan rencananya akan didistribusikan secara digital.
Salah satu pelaku usaha kuliner, Noni, mengaku tertarik dengan cara pembuatan POC yang diperkenalkan mahasiswa.
“POC ini mudah ya dibuatnya, dapat digunakan untuk tanaman yang ada di rumah saya. Saya bisa buat sendiri POC-nya ya berarti?” ujarnya.
Mahasiswa KKN Tematik UMKM 116 dari Program Studi Agribisnis 2023 Unhas, Hauna Hafiyyatin Shafa, mengatakan bahan untuk membuat POC relatif mudah diperoleh sehingga masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri.
“Keseluruhan bahan untuk membuat POC ini bisa didapatkan dengan mudah sehingga bapak dan ibu dapat membuatnya sendiri di rumah,” katanya.
Ia berharap praktik yang diperkenalkan melalui program tersebut dapat menjadi kebiasaan baru dalam mengelola sisa makanan.
“Kami berharap apa yang kami mulai hari ini bisa menjadi kebiasaan baik yang terus hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Program tersebut turut mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim.
Dosen pendamping KKN, Rastiawaty, S.H., M.H., menegaskan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa mendukung UMKM lokal sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah makanan.
Melalui pengolahan sisa makanan menjadi POC, mahasiswa KKN Unhas memperkenalkan langkah sederhana untuk mengurangi sampah organik sekaligus memanfaatkan kembali limbah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI