Anak-anak senang bermain dengan hewan, itu lumrah. Ada yang gemas ingin menggendong kucing, ada yang senang mengejar ayam di halaman rumah, bahkan ada yang merasa paling berani berhadapan dengan anjing.
Namun, ada cara yang perlu dipahami agar interaksi anak-anak dan hewan tetap aman, mengingat beberapa penyakit dapat menular dari hewan ke manusia atau dikenal sebagai penyakit zoonosis.
Hal inilah yang dikenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) kepada murid sekolah dasar di Desa Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap.
Edukasi bertajuk "Ono-Ono Sehat: Say No to Zoonosis" berlangsung Senin (20/7/2026), diikuti 17 siswa dari UPT SDN 8 Otting serta 25 siswa dari MIM Ajubissue.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kewaspadaan, serta kesadaran anak-anak usia dini mengenai cara aman berinteraksi dengan hewan peliharaan maupun hewan yang ada di lingkungan sekitar.
Penanggung jawab kegiatan, Zasquee Amalia, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Unhas, mengatakan pemahaman mengenai interaksi aman dengan hewan perlu ditanamkan sejak usia dini.
“Pengetahuan ini penting agar anak-anak dapat menjaga diri mereka sendiri sekaligus memperhatikan kenyamanan hewan. Jika anak-anak terbiasa dengan cara berinteraksi yang aman, risiko tergigit atau kontak dengan hewan sakit dapat ditekan, dan secara otomatis risiko penularan penyakit pun berkurang,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PK Unhas mengajak siswa mengenali hewan-hewan yang sering mereka temui sehari-hari, mulai dari kucing, anjing, hingga ayam.
Siswa diajak menceritakan pengalaman mereka saat berinteraksi dengan hewan serta memahami kebiasaan yang aman dan berisiko.
Materi kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai cara bermain dengan hewan tanpa mengganggu kenyamanannya. Mahasiswa juga mengenalkan tanda-tanda hewan yang mengalami gangguan kesehatan, seperti flu, jamuran, rabies, dan kutuan.
Pesan yang disampaikan sederhana: hewan yang terlihat lucu belum tentu aman jika diperlakukan sembarangan. Begitu pula sebaliknya, menjaga kesehatan hewan merupakan bagian dari menjaga kesehatan manusia.
Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan berlanjut dengan diskusi dan tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan mengenai berbagai situasi yang mereka temui, seperti risiko bermain dengan hewan liar, menyentuh hewan sakit, atau perlakuan yang dapat membuat hewan merasa terganggu.
Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa KKN-PK Unhas juga menggelar permainan edukatif yang melibatkan seluruh peserta. Dalam kegiatan tersebut, siswa diminta membedakan tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berinteraksi dengan hewan.
Para siswa menunjukkan partisipasi tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan dan berani menyampaikan pendapat tentang perlakuan terhadap hewan seperti anjing, kucing, dan ayam.
Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa memberikan hadiah kepada siswa yang paling aktif mengikuti kegiatan.
Melalui program "Ono-Ono Sehat: Say No to Zoonosis", mahasiswa KKN-PK Unhas berharap edukasi tersebut tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, mengenal cara memperlakukan hewan dengan benar bukan hanya membuat hewan lebih nyaman, tetapi juga menjadi langkah kecil untuk mencegah penularan penyakit zoonosis di lingkungan sekitar.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI