Jalur beton sebelah utara Pasar Baru Rappang, Kecamatan Panca Rijang, berubah menjadi galeri seni terbuka sepanjang kurang lebih 3 kilometer, Rabu (21/1/2026).
Karya pelajar dari berbagai sekolah di Sidrap memenuhi permukaan jalan dengan warna, simbol, dan pesan yang merepresentasikan identitas daerah.
Beragam tema muncul dari goresan kuas para peserta. Ada mural berjabat tangan bertuliskan “Saromase Sidenreng Rappang Alako” yang melambangkan persatuan dan etos kerja masyarakat Sidrap.
Di titik lain, tergambar tugu keluarga petani membawa hasil panen dengan latar belakang sawah, dan kincir angin. Ini menegaskan Sidrap sebagai lumbung pangan dan lumbung energi terbarukan di tanah air.
Tak hanya narasi daerah, karya-karya geometris dengan pola simetris, bintang, dan bidang warna cerah menjadi daya tarik visual bagi warga yang melintas.
Banyak pengunjung berhenti untuk berfoto, menjadikan jalur ini bukan sekadar akses jalan, tetapi ruang interaksi sosial dan ekspresi kreatif.
Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah turut menikmati hasil karya pelajar dalam Gerakan Seni Kolektif Pelajar Sidrap untuk Dunia tersebut.
Di bawah langit sore, Nurkanaah menyusuri satu per satu lukisan. Ia tampak berhenti di beberapa titik, memperhatikan detail gambar, serta memberi apresiasi langsung atas kreativitas peserta.
Tak sekadar melihat, Nurkanaah bahkan mencoba permainan tradisional engklek di atas jalur yang telah dicat warna-warni, menciptakan suasana akrab dan hangat bersama anak-anak dan warga sekitar.
Dalam keterangannya, Nurkanaah menyampaikan kebanggaannya terhadap karya para pelajar Sidrap. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya soal melukis, tetapi juga membangun ruang bersama yang hidup dan ramah untuk semua.
“Ini menjadi ruang ekspresi dan kebersamaan. Anak-anak berkarya, masyarakat menikmati, dan Sidrap mendapatkan wajah baru yang lebih menarik,” ujar Nurkanaah.
Ia berharap jalur seni ini terus dirawat dan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, rekreasi, sekaligus destinasi wisata lokal yang bisa dibanggakan masyarakat Sidrap.
Pewarta: ANDI MUNAWARAH
Editor: NURYADIN SUKRI