Jentik Diawasi, DBD Diatasi: KKN Unhas Perkuat Kesadaran Warga Lewat G1R1J

Sabtu, 25 Juli 2026
Jentik Diawasi, DBD Diatasi: KKN Unhas Perkuat Kesadaran Warga Lewat G1R1J

Jentik Diawasi, DBD Diatasi: KKN Unhas Perkuat Kesadaran Warga Lewat G1R1J

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kesadaran masyarakat Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), melalui edukasi Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J).

Kegiatan edukasi dan demonstrasi video tersebut dilaksanakan di Dusun Botto, Desa Wanio, Sabtu (25/7/2026). Sebanyak 30 warga mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan DBD melalui pemeriksaan jentik secara mandiri.

Program G1R1J menjadi salah satu bentuk upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat terhadap penyakit berbasis lingkungan. 

Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), melalui pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta terkait DBD dan G1R1J. Peserta kemudian mendapatkan edukasi mengenai penyebab, cara penularan, gejala, serta langkah pencegahan DBD melalui penerapan 3M Plus.

Materi dilanjutkan dengan pemutaran video demonstrasi yang memperlihatkan cara mengenali jentik nyamuk Aedes aegypti, pemeriksaan tempat penampungan air, penerapan 3M Plus, serta penggunaan bubuk abate secara tepat.

Pada akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi kuis, diskusi, dan post-test sebagai evaluasi peningkatan pemahaman setelah mengikuti edukasi.

Penanggung jawab kegiatan, Sitti Zahwa Tsabitha, mengatakan program tersebut bertujuan mendorong masyarakat agar lebih aktif melakukan pemeriksaan jentik secara rutin di rumah masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap setiap keluarga memiliki kesadaran untuk menjadi Jumantik di rumahnya sendiri. Dengan melakukan pemeriksaan jentik secara rutin setiap minggu dan menerapkan 3M Plus, masyarakat dapat berperan aktif dalam memutus rantai penularan Demam Berdarah Dengue,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Peserta antusias mengikuti penyampaian materi, menyaksikan demonstrasi video, serta berdiskusi mengenai langkah pencegahan DBD yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah seorang peserta mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru mengenai penggunaan bubuk abate yang benar.

“Bermanfaat sekali ini, Dek, karena baru kutahu cara penggunaan bubuk abate yang benar. Jadi nanti bisa kami terapkan di rumah supaya lebih efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk,” ujarnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Unhas berharap masyarakat Desa Wanio dapat menerapkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) secara berkelanjutan. Dengan jentik yang rutin diawasi, risiko penyebaran DBD dapat ditekan dan lingkungan masyarakat menjadi lebih bersih serta sehat.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...