Diam-Diam Mengintai, Silent Killer Bernama Hipertensi Jadi Perhatian KKN Unhas di Desa Wanio

Sabtu, 25 Juli 2026
Diam-Diam Mengintai, Silent Killer Bernama Hipertensi Jadi Perhatian KKN Unhas di Desa Wanio

Diam-Diam Mengintai, Silent Killer Bernama Hipertensi Jadi Perhatian KKN Unhas di Desa Wanio

Hipertensi kerap datang tanpa gejala, tetapi dapat memicu berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga gagal ginjal. Kondisi inilah yang menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Wanio, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Mereka lantas menggelar edukasi dan skrining bertema “Bahaya Hipertensi: Silent Killer yang Wajib Diwaspadai pada Usia Produktif hingga Usia Lansia” di Dusun Botto, Desa Wanio, Sabtu (25/7/2026). Sebanyak 30 warga mengikuti kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan dan deteksi dini hipertensi.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas memberikan edukasi mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, upaya pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Selain itu, peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan masing-masing.

Penanggung jawab program menjelaskan, hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering tidak disadari karena tidak selalu menunjukkan gejala. Karena itu, penyakit ini dikenal sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam.

Masyarakat pun diharapkan mampu menerapkan pola hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, beraktivitas fisik, hingga rutin memeriksakan tekanan darah untuk mencegah risiko komplikasi.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga tekanan darah tetap normal. Pemeriksaan rutin dan penerapan pola hidup sehat merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah komplikasi akibat hipertensi,” ujar Koordinator Program Kerja.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi, sesi tanya jawab, serta pemeriksaan tekanan darah kepada seluruh peserta. Antusiasme masyarakat terlihat dari keaktifan warga berdiskusi mengenai cara mencegah hipertensi dan menjaga kesehatan, baik pada usia produktif maupun lanjut usia.

Pemerintah desa dan masyarakat setempat memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman warga mengenai pencegahan penyakit tidak menular.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin yang telah memberikan edukasi sekaligus pemeriksaan tekanan darah. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan masyarakat tentang bahaya hipertensi dan pentingnya menjaga kesehatan,” ujar salah seorang warga Desa Wanio.

Melalui edukasi dan skrining hipertensi ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Wanio semakin sadar akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, serta berperan aktif dalam mencegah penyakit tidak menular sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...