Jahe selama ini dikenal sebagai salah satu bumbu dapur yang sering digunakan dalam masakan dan minuman tradisional. Namun, tanaman ini juga memiliki potensi sebagai pendukung pemeliharaan kesehatan, termasuk kesehatan saluran pernapasan.
Hal tersebut menjadi materi edukasi yang disampaikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) kepada masyarakat Desa Wanio, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Melalui program penyuluhan kesehatan bertajuk “Kenali ISPA dan Tanaman Obat Jahe sebagai Pendukung Pemeliharaan Kesehatan Saluran Pernapasan”, mahasiswa KKN Unhas memberikan edukasi kepada masyarakat di Dusun Botto, Desa Wanio, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 30 orang peserta dari masyarakat Desa Wanio. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mulai dari pengertian, penyebab, gejala, hingga langkah pencegahannya, serta memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan jahe sebagai tanaman obat pendukung kesehatan saluran pernapasan.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai ISPA, dilanjutkan dengan edukasi tentang tanaman obat jahe yang mencakup kandungan bioaktif, manfaat, cara pengolahan, serta tips penggunaan jahe secara aman.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test dan kuis berhadiah (doorprize) sebagai evaluasi untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.
Penanggung jawab kegiatan, A. Nurul Inayah Fadhilah, menjelaskan penyuluhan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan saluran pernapasan sekaligus memberikan informasi yang tepat mengenai pemanfaatan jahe sebagai tanaman obat pendukung.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami cara mencegah ISPA sekaligus mengetahui bahwa jahe dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pemeliharaan kesehatan saluran pernapasan. Namun, jahe bukan pengganti obat atau pengobatan dari tenaga kesehatan, melainkan pelengkap dalam menjaga kesehatan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pretest hingga post-test.
Pemberian doorprize pada sesi kuis juga menambah semangat peserta dalam mengikuti penyuluhan kesehatan tersebut.
Salah seorang perwakilan masyarakat Desa Wanio menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Unhas.
“Materi yang disampaikan sangat mudah dipahami dan bermanfaat bagi kami. Kami jadi lebih mengetahui cara mencegah ISPA serta cara memanfaatkan jahe dengan benar sebagai pendukung untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan,” ungkapnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan ISPA semakin meningkat. Masyarakat juga diharapkan mampu menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat mendukung pemeliharaan kesehatan saluran pernapasan secara mandiri.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI