Sawah Lakessi Hasilkan 9-10 Ton per Hektare, Sidrap Perkuat Predikat Lumbung Pangan

Rabu, 18 Februari 2026
Sawah Lakessi Hasilkan 9-10 Ton per Hektare, Sidrap Perkuat Predikat Lumbung Pangan

Sawah Lakessi Hasilkan 9-10 Ton per Hektare, Sidrap Perkuat Predikat Lumbung Pangan

Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah dan Forkopimda memimpin panen raya padi di Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Rabu (18/2/2026). 

Panen Oktober–Maret itu mencatat produktivitas 9–10 ton per hektare.
Keberhasilan panen ini menunjukkan peran Sidrap sebagai lumbung pangan nasional melalui peningkatan produktivitas padi.

Turut hadir Ketua DPRD Takyuddin Masse, Dandim 1420 Sidrap Letkol Andi Zulhakim Asdar, Kapolres Sidrap AKBP Fantry Taherong, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, dan Kepala Bulog Sidrap Ivan Faisal. 

Turut hadir jajaran organisasi perangkat daerah, Camat Maritengngae, Forkopimcam, lurah se-Kecamatan Maritengngae, penyuluh, kelompok tani, dan petani.

Dalam kesempatan itu, Syaharuddin Alrif mengoperasikan mesin combine harvester sebagai simbol mekanisasi pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan panen. 

Ia menyampaikan rasa syukur atas capaian MT I serta menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga produktivitas pertanian.

Bupati selanjutnya mengungkapkan Bulog menetapkan harga gabah Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram. 

"Karena tingginya permintaan dari luar daerah, distribusi gabah diatur ke berbagai wilayah, antara lain Kalimantan, Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Jakarta, dan Surabaya," terangnya.

Ia memaparkan, dengan produktivitas 10 ton per hektare dan harga Rp7.300 per kilogram, satu hektare sawah dapat menghasilkan sekitar Rp73 juta. Di Kelurahan Lakessi yang memiliki 160 hektare sawah, nilai panen diperkirakan mencapai Rp11,68 miliar.

Syaharuddin menyebut keberhasilan itu terwujud berkat kerja sama penyuluh dan kelompok tani. Ia berharap dukungan terus berlanjut agar kesejahteraan petani meningkat.

Ia juga mendorong penerapan Indeks Pertanaman 300 di wilayah tersebut. “Mari kita lakukan IP300 di wilayah ini. Kalau persoalan air, saya yang urus. Jika ini dilakukan lima kelompok tani secara kompak, saya kasih hadiah nanti,” ujarnya.

Dandim 1420 Sidrap Letkol Andi Zulhakim Asdar berharap Sidrap menjadi lumbung padi terbesar di Indonesia. Ia menyebut kerja sama Markas Besar TNI Angkatan Darat dan Perum Bulog dalam penyerapan gabah mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Bulog Sidrap Ivan Faisal mengatakan target penyerapan gabah di Sidrap pada 2026 sebesar 200.000 ton dengan harapan dapat meraih peringkat pertama secara nasional. 

"Pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan semua pihak, terutama petani, untuk menjual gabahnya ke Bulog," tuturnya.

Ia menyampaikan harga gabah yang disepakati bersama petani berkisar Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram dan akan dievaluasi setiap dua bulan. 

Di akhir kegiatan dilakukan penimbangan dan pembayaran langsung kepada petani pemilik padi secara tunai sekitar Rp18 juta dengan harga Rp7.300 per kilogram.

Pewarta: ABDUL HASAN 
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...