Ikan Sapu-sapu Dibasmi di Jakarta Malah Dikonsumsi-Jadi Pakan Ternak di Sidrap

Rabu, 29 April 2026
Ikan Sapu-sapu Dibasmi di Jakarta Malah Dikonsumsi-Jadi Pakan Ternak di Sidrap

Ikan Sapu-sapu Dibasmi di Jakarta Malah Dikonsumsi-Jadi Pakan Ternak di Sidrap

Ikan sapu-sapu gencar diburu hingga dibasmi di DKI Jakarta karena dianggap sebagai hama dan spesies invasif berbahaya. Situasi berbeda justru terjadi di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), lantaran ikan sapu-sapu justru ditangkap untuk dikonsumsi warga hingga dijadikan olahan pakan ternak.

"Tahun lalu bulan November itu dimulai program memanfaatkan ikan sapu-sapu menjadi pakan," kata Ketua Kelompok Ternak Bebek, Muhammad Abu Rizal kepada detikSulsel, Rabu (29/4/2026).

Rizal mengatakan, ide tersebut berangkat dari banyaknya ikan sapu-sapu di Danau Sidenreng, Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng. Danau tersebut juga dipenuhi eceng gondok.

"Awalnya ikan sapu-sapu dan eceng gondok ini dianggap hama di danau, tidak ada manfaatnya," tuturnya.

Belakangan situasi danau itu ternyata mendapat sorotan dari Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Dari situ tercetus ide untuk mengolah ikan sapu-sapu.

"Lalu Pak Bupati cari informasi bagaimana bisa dimanfaatkan sehingga jadilah salah satunya menjadi pakan ternak bebek," ucap Rizal.

Rizal menjelaskan, pengolahan ikan sapu-sapu sebagai pakan masih dilakukan secara sederhana. Ikan diolah menggunakan alat penggiling daging, lalu dicampur untuk pakan bebek.

"Kadang direbus dulu, kadang juga langsung diolah. Kalau dimasak bisa bertahan sampai satu hari. Kalau tidak dimasak, maksimal tiga jam sudah harus dipakai, karena kalau lewat itu sudah tidak bisa dipakai," jelasnya.

Dia mengklaim inovasi itu membantu peternak, terutama dalam mengurangi biaya pakan. Namun bagi nelayan, ikan sapu-sapu dan eceng gondok masih belum memiliki nilai ekonomis karena belum ada harga jual di pasaran.

"Alhamdulillah sangat membantu peternak bebek. Tapi untuk nelayan belum ada manfaatnya karena belum ada harganya," ujar Rizal.

Saat ini ada sekitar 30 peternak bebek telah memanfaatkan ikan sapu-sapu sebagai pakan. Mereka merupakan penerima bantuan ternak dari Pemkab Sidrap yang mayoritas tinggal di wilayah pesisir Danau Sidenreng.

"Pak Bupati itu memang berpikir agar ikan sapu-sapu dan enceng gondok di Danau Sidenreng dapat diatasi karena mengganggu ekosistem di danau," ucapnya.

Makanya Pak Bupati buat program ada bantuan bebek ke petani dan ini bebek diberikan makan pakan dari ikan sapu-sapu dan enceng gondok," tambah Rizal.

Rizal melanjutkan, peluang pengembangan pakan berbahan ikan sapu-sapu sebenarnya cukup besar. Namun keterbatasan modal dan peralatan masih menjadi kendala utama.

"Kalau mau dikembangkan bagus, tapi butuh modal besar seperti alat penggiling yang lebih memadai," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengakui warga juga mengonsumsi ikan sapu-sapu dari Danau Sidenreng secara terbatas. Dia mengklaim ikan itu belum sampai terkontaminasi logam berat sebagaimana yang ada di Jakarta.

"Itu ikan sapu-sapu di Danau Sidenreng kontaminasinya tidak ada karena tidak ada industri yang dekat dari danau. Makanya itu biasa tetap konsumsi tetapi secara terbatas karena dagingnya sedikit lebih banyak tulangnya," ucap Syahar.

Kendati begitu, dia mengakui ikan sapu-sapu merupakan predator sehingga populasi ikan yang lain menjadi terganggu. Syahar merekomendasikan agar ikan itu diolah menjadi bahan pakan untuk ternak.

"Itu ada ikan nila, ikan pati di dalam (Danau Sidenreng). Nah selama ini populasi menjadi berkurang karena ini ada ikan sapu-sapu sebagai predator," terangnya.

DKI Jakarta Berburu Ikan Sapu-sapu

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih terus menggencarkan penangkapan ikan sapu-sapu. Hingga 23 April lalu, sebanyak 10 ton ikan sapu-sapu dilaporkan telah dibasmi di Jakarta.

Langkah ini dilakukan karena ikan sapu-sapu dinilai merugikan karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Ikan juga tidak bisa dikonsumsi lantaran kandungan residu dalam tubuh ikan tersebut tergolong tinggi.

"Hingga saat ini, total akumulasi ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap dari seluruh perairan di DKI Jakarta mencapai 10,189 ton," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok dilansir dari detikNews, Kamis (23/4).

Jumlah tersebut merupakan hasil tangkapan serentak pada tanggal 17 April yang lalu. Selain itu, Pemkot Jakarta Timur kembali melakukan penangkapan pada 20 April dan Pemkot Jakarta Selatan pada 21 April.

Dinas KPKP DKI Jakarta sampai menyusun SOP penanganan ikan sapu-sapu yang aman agar tidak mencemari lingkungan. Hasil tangkapan dipastikan mati sebelum akhirnya dikubur.

"Untuk pemusnahan, ikan sapu-sapu harus dipastikan mati dengan cara dibelah atau dipatahkan lehernya kemudian dimasukkan ke dalam karung tertutup rapat untuk dibawa dan dikubur di lokasi yang telah ditentukan," ujarnya.

Sumber: https://www.detik.com

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...