Mengulik Perjalanan Satu Dekade La Pizza Sidrap: Dari Modal Rp100 Ribu, Kini Berdayakan 23 Tenaga Kerja

Senin, 31 Agustus 2026
Mengulik Perjalanan Satu Dekade La Pizza Sidrap: Dari Modal Rp100 Ribu, Kini Berdayakan 23 Tenaga Kerja

Mengulik Perjalanan Satu Dekade La Pizza Sidrap: Dari Modal Rp100 Ribu, Kini Berdayakan 23 Tenaga Kerja

Bermula dari dapur rumah dengan modal sekitar Rp100 ribu, La Pizza Sidrap perlahan tumbuh menjadi usaha kuliner yang memasuki usia satu dekade. Dari peralatan sederhana hingga kini memiliki 23 tenaga kerja, perjalanan UMKM ini menjadi cerita tentang bagaimana keterbatasan modal bukan penghalang untuk memulai dan berkembang.

Usaha milik Fatimatussuhara itu mulai dirintis pada Juni 2016. Dapur dan kompor milik orang tuanya menjadi tempat pertama produksi, sementara peralatan yang digunakan masih sederhana. Pizza menjadi produk pertama yang dijual sekaligus menjadi inspirasi di balik nama La Pizza Sidrap.

Kala itu, modal sekitar Rp100 ribu digunakan untuk membeli bahan. Keterbatasan dana membuat Fatimatussuhara mencari cara agar tetap bisa memproduksi pizza tanpa harus membeli oven.

Ia kemudian menggunakan teflon sebagai pemanggang dan tutup tanah liat atau “palekko” sebagai penutup. Cara tersebut mengadaptasi teknik tradisional masyarakat Bugis saat membuat roti berre, yakni menggunakan api kecil dengan tutup tanah liat yang terlebih dahulu dipanaskan.

“Jadi fungsinya bisa seperti oven,” kata Fatimatussuhara.

Cara sederhana tersebut bertahan sekitar tiga tahun. Seiring permintaan yang terus meningkat, kebutuhan produksi pun berubah. Memasuki pertengahan 2019, La Pizza mulai menggunakan oven tangkring berukuran lebih besar yang mampu memanggang hingga 10 pan pizza dalam satu proses.

Perjalanan satu dekade itu tidak hanya membuat La Pizza yang beralamat di Jl. Bau Massepe, sebelah selatan Kantor PLN Maritengae, Pangkajene, Sidrap berkembang dari sisi produksi, tetapi juga memberi dampak bagi orang-orang di sekitarnya. 

Kini, usaha tersebut mempekerjakan 23 tenaga kerja, dengan sekitar 95 persen di antaranya berasal dari Sidrap.

Bagi Fatimatussuhara, keberadaan usaha tidak hanya soal mengembangkan bisnis sendiri. La Pizza juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat lokal untuk mendapatkan pekerjaan dan berkembang bersama.

Meski demikian, perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah mencari sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan operasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, La Pizza memilih mengembangkan kemampuan tenaga kerja yang sudah ada melalui berbagai pelatihan. Fatimatussuhara juga memanfaatkan jejaring komunitas pengusaha di Sidrap untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi yang dapat mendukung pengembangan bisnis.

Salah satunya melalui TDA (Tangan di Atas) Sidrap, wadah yang menurutnya membantu pelaku usaha mendapatkan pengetahuan dan wawasan bisnis.

Dari sisi bahan baku, La Pizza menggunakan sejumlah bahan dari Makassar. Sementara bahan tambahan diperoleh dari pasar tradisional di Sidrap. Untuk olahan ayam, La Pizza bekerja sama dengan pelaku UMKM rumah potong lokal yang telah memiliki sertifikat halal.

Usaha yang dirintis dari rumah itu kini juga menjadi salah satu penopang perekonomian keluarga. Fatimatussuhara menyebut keberadaan La Pizza sangat membantu kondisi keuangan keluarganya.

Ke depan, ia ingin membawa La Pizza melangkah lebih jauh. Targetnya membuka cabang di berbagai wilayah Ajatappareng sehingga semakin banyak tenaga kerja lokal yang bisa diserap dan diberdayakan.

Ia juga berharap dukungan terhadap UMKM di Sidrap tidak berhenti pada akses usaha, tetapi turut menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pelatihan pra kerja dengan materi yang sesuai kebutuhan dunia usaha dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat.

Bagi anak muda Sidrap yang ingin memulai usaha, Fatimatussuhara punya pesan sederhana: jangan takut memulai.

“Ayo mulai berbisnis. Jangan hanya jadi pedagang, tingkatkan pengetahuan bisnis untuk kualitas hidup yang lebih baik dan bisa mencapai kemandirian finansial,” pesannya.

Pewarta: MUHAMMAD FAJRYN
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...