Melirik Jejak Muhammad Yunus, Petani Sidrap yang Panen Saat Kemarau Menguji

Sabtu, 29 Agustus 2026
Melirik Jejak Muhammad Yunus, Petani Sidrap yang Panen Saat Kemarau Menguji

Melirik Jejak Muhammad Yunus, Petani Sidrap yang Panen Saat Kemarau Menguji

Kemarau berkepanjangan menjadi tantangan bagi petani dalam menjaga produktivitas lahan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Muhammad Yunus, petani dari Desa Padangloang Alau, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), untuk terus mengelola sawah dan membuktikan bahwa kerja keras mampu menghasilkan panen yang menggembirakan.

Bergabung dalam Kelompok Tani Masumpuloloe, Muhammad Yunus berhasil memanen padi di lahan seluas 25 are. Dari lahan tersebut, ia memperoleh hasil sebanyak 20 karung gabah dengan total produksi mencapai 2.520 kilogram atau 2,52 ton.

Capaian itu menjadi cerita tentang ketekunan petani Sidrap dalam menghadapi tantangan musim. Di saat kemarau menguji daya tahan sektor pertanian, Muhammad Yunus tetap mampu menjaga produktivitas melalui pengelolaan lahan yang optimal.

Dengan harga gabah sekitar Rp7.700 per kilogram, hasil panen tersebut memiliki nilai produksi kotor mencapai Rp19,4 juta. Angka itu menjadi tambahan semangat bagi petani untuk terus mempertahankan aktivitas pertanian di tengah dinamika cuaca.

Jejak Muhammad Yunus menjadi salah satu gambaran bahwa sektor pertanian Sidrap tetap tumbuh dengan dukungan semangat petani yang menjaga produksi pangan daerah. Musim kemarau bukan menjadi akhir dari harapan, melainkan tantangan yang dihadapi dengan kerja dan ketekunan.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...