KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap

Jum'at, 28 Agustus 2026
KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap

KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap

Sebuah produk kuliner tidak lahir dari satu usaha saja. Dalam prosesnya, ada bahan baku dan pelaku usaha lain yang ikut mengambil peran. 

Hal itu pula yang mengiringi perjalanan KleponHolic, UMKM kuliner yang saat ini tengah berkembang di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Di balik lezatnya produk KleponHolic, ada bahan baku yang diperoleh dari peternak dan pelaku usaha di Rappang dan sekitarnya. 

Dari sana, tumbuh cerita tentang pelaku UMKM yang saling menguatkan melalui aktivitas usaha masing-masing.

Firman Adiansyah, pemilik KleponHolic di Jl. Angkatan 66 Rappang, memanfaatkan bahan baku lokal untuk menjalankan usaha kulinernya. 

Ditemui Jumat (28/8/2026) Firman mengungkap telur untuk pembuatan kue diperoleh dari peternak langganan.

"Sedangkan bahan baku lainnya berasal dari pelaku usaha di Rappang dan sekitarnya," terangnya.

Pilihan tersebut membuat perjalanan KleponHolic tidak hanya berkaitan dengan produk yang dihasilkan, tetapi juga terhubung dengan pelaku ekonomi lain di lingkungan sekitar.

Usaha kuliner yang mulai dijalankan sejak 2019 itu sendiri berawal dari resep bolu panggang yang dipelajari istri Firman dari kakaknya. 

Resep tersebut kemudian dicoba ditawarkan kepada teman dekat. Atas saran dari teman tersebut, penjualan diperluas hingga berkembang menjadi usaha yang kini dijalankan bersama keluarga.

Pada awalnya, produk KleponHolic dikemas menggunakan mika plastik dengan tampilan sederhana. Seiring perjalanan usaha, kemasannya kini menggunakan box double laminasi dan dibuat lebih menarik.

Perjalanan tersebut tidak lepas dari tantangan, terutama dalam distribusi dan pemasaran. Produk perlu disimpan di showcase sehingga Firman mencari cara agar pelanggan lebih mudah menjangkaunya.

Salah satu caranya dengan menitipkan produk di outlet lain. Langkah ini menjadi pilihan untuk memperluas kemudahan akses pelanggan terhadap produk KleponHolic.

Saat ini, KleponHolic memiliki dua tenaga kerja. Bagi keluarga Firman, usaha tersebut menjadi sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk keperluan sekolah anak-anak.

Ke depan, Firman berharap kapasitas usaha dapat ditingkatkan sehingga semakin banyak tenaga kerja yang dapat diserap.

Ia juga memiliki target menyediakan produk berkualitas yang dapat menjadi oleh-oleh dari Sidrap sekaligus mudah dijangkau dan dinikmati masyarakat Sidrap.

Bagi Firman yang merupakan salah satu member komunitas usaha Tangan di Atas (TDA), pelaku UMKM perlu terus belajar, berkolaborasi, dan saling mendukung agar dapat berkembang.

Semangat tersebut sejalan dengan perjalanan KleponHolic yang menggunakan bahan baku dari pelaku ekonomi di sekitar. 

Ketika satu usaha berbelanja kepada pelaku usaha lainnya, ada hubungan ekonomi yang terbangun dan saling menguatkan.

Pesan itu pula yang disampaikan Firman kepada masyarakat, terutama anak muda Sidrap yang ingin memulai usaha.

“Seperti kata Balerick, pohon yang kokoh juga lahir dari benih yang kecil. Usaha yang besar juga lahir dari usaha kecil. Mulai saja dulu, jalani proses tumbuh, gagal, terus belajar dan jangan pernah menyerah,” ujar Firman.

KleponHolic pada akhirnya bukan hanya cerita tentang sebuah usaha kuliner. Dari bahan baku hingga produk yang sampai ke pelanggan, ada pelaku usaha lain yang ikut mengambil bagian. 

Pewarta: MUHAMMAD FAJRYN
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...