Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menjaga produktivitas sektor pertanian di tengah tantangan musim kemarau. Dukungan infrastruktur pengairan, termasuk bantuan sumur bor dan pemanfaatan sumber air alternatif, membantu petani tetap melakukan panen di sejumlah wilayah.
Pada Jumat (28/8/2026), laporan panen masuk dari berbagai wilayah Kabupaten Sidrap. Salah satunya di Dusun Kampung Baru, Desa Bulo, Kecamatan Panca Rijang, Kelompok Tani Mattirowalie IV yang diketuai H. Hanar berhasil memanen padi seluas 79 are dengan hasil 53 karung.
Petani setempat, H. Surahman, menyampaikan keberhasilan panen tersebut tidak lepas dari dukungan bantuan bor dari pemerintah yang membantu memenuhi kebutuhan air pertanian.
"Alhamdulillah, berkat bantuan bor dari pemerintah hari ini bisa panen. Sementara ini menggunakan mesin dan dinamo untuk sumber listriknya," ungkapnya.
Produktivitas panen juga terlihat di wilayah lain. Di Dusun V Bulucenrana, Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kelompok Tani Samasubur II melaporkan panen petani bernama Dode dengan luas lahan 1,1 hektare menghasilkan 87 karung. Petani lainnya, Afdal, dengan luas lahan 67 are menghasilkan 40 karung.
Di Desa Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, petani Murdiono dari Kelompok Tani Bunga Padi II juga berhasil memanen 58 karung dari lahan seluas 78 are. Hasil panen tersebut mencapai 6.960 kilogram dengan rata-rata timbangan 120 kilogram per karung.
Sementara itu, di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Kelompok Tani Harapan Tani melaporkan panen pada lahan seluas 15 hektare dengan produktivitas rata-rata 6 ton per hektare atau sekitar 90 ton gabah. Hasil tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp657 juta secara kotor.
Tidak hanya melalui bantuan infrastruktur air, petani juga memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar wilayahnya. Di Dusun III Talumae, Desa Buae, Kecamatan Watang Sidenreng, petani Lajaja dari Kelompok Tani Lanrae melakukan panen pada lahan seluas 2,3 hektare dengan hasil 140 karung. Pengairan sawah dilakukan dengan memompa air dari sumber mata air sungai menggunakan mesin diesel.
Selain wilayah tersebut, panen juga berlangsung di Desa Passeno Kecamatan Baranti, Desa Ajubissue dan Bulucenrana Kecamatan Pitu Riawa, serta Desa Talawe Kecamatan Watang Sidenreng.
Kondisi tersebut menunjukkan upaya menjaga ketersediaan air pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan produksi padi di Sidrap. Dukungan pemerintah bersama petani menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Sidrap terus mendorong pengelolaan sumber daya pertanian secara optimal agar petani tetap mampu berproduksi dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI