Menjadi petani modern tidak selalu harus menunggu usia dewasa. Fadil, siswa kelas 4 SD asal Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), membuktikan generasi muda juga mampu berperan dalam sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi.
Di usia yang masih belia, Fadil telah membantu orang tuanya mengelola usaha pertanian. Tidak hanya itu, ia juga memiliki sawah sendiri serta sebuah mesin combine harvester yang mampu dioperasikannya secara mandiri.
Kisah Fadil menjadi perhatian saat Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menghadiri panen padi di lahan milik Biding, Kelurahan Rijang Pittu, Kecamatan Maritengngae, Kamis (3/9/2026).
Bupati Syaharuddin mengapresiasi semangat Fadil yang dinilai menjadi gambaran positif bagi regenerasi petani di Sidrap. Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam pertanian menunjukkan sektor ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan dengan dukungan teknologi.
“Anak muda seperti Fadil harus menjadi contoh. Dia membantu orang tuanya, memiliki sawah sendiri, punya combine harvester, bahkan bisa mengoperasikannya. Ini menunjukkan bahwa bertani bisa menjadi pilihan masa depan,” kata Syaharuddin.
Menurutnya, pertanian saat ini tidak lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Penguasaan teknologi dan mekanisasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menarik minat generasi muda.
“Dengan penguasaan teknologi, anak muda juga dapat menjadi bagian penting dalam modernisasi pertanian,” ujarnya.
Selain kisah Fadil, panen tersebut juga menunjukkan ketangguhan petani Sidrap di tengah kondisi musim kekeringan. Dari lahan seluas 1 hektare milik Biding, hasil panen mencapai nilai sekitar Rp78 juta.
Bupati Syaharuddin menyampaikan apresiasi kepada petani yang tetap mampu menjaga produktivitas meski menghadapi tantangan cuaca.
“Dalam keadaan sekarang kita memasuki musim kekeringan. Alhamdulillah, kita masih bisa panen raya dan masyarakat bisa menikmati hasilnya,” kata Syaharuddin.
Ia juga menyebut kondisi harga gabah saat ini memberikan keuntungan bagi petani. Harga gabah berada pada kisaran Rp7.800 hingga Rp8.000 per kilogram dengan penyerapan yang berjalan cepat.
“Gabah cepat terserap dan langsung dibayar tunai. Ini tentu memberikan kepastian bagi petani setelah bekerja dan mengeluarkan biaya selama masa tanam,” ujarnya.
Melalui kisah Fadil, Syaharuddin berharap semakin banyak generasi muda Sidrap yang melihat pertanian sebagai sektor menjanjikan, terutama dengan dukungan teknologi dan mekanisasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas Pemdes PPA Andi Surya Praja Hadiningrat, Camat Maritengngae Firman, serta unsur terkait lainnya.
Pewarta: REZKY MUBARAK
Editor: NURYADIN SUKRI