Syaharuddin Alrif Hadiri KPD Pramuka Sulsel, Dorong Pembinaan Karakter Generasi Muda
Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menghadiri rangkaian Kursus Pelatih Dasar (KPD) Pramuka Tingkat Sulawesi Selatan di Rest Area Datae, Kecamatan Watang Pulu, Jumat (21/11/2025).
Kehadirannya didampingi Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidrap, Muhammad Rohady Ramadhan, pengurus Kwartir Daerah Sulsel serta Kwartir Cabang Sidrap.
Kegiatan KPD berlangsung 17–23 November 2025 dan diikuti 48 peserta, terdiri atas 22 peserta putri dan 26 peserta putra.
Mereka merupakan pembina aktif dari berbagai kwartir cabang dan gugus depan di wilayah Kwartir Daerah Sulawesi Selatan, serta satu peserta dari Kwartir Daerah Maluku.
Syaharuddin dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan Sidrap menjadi tuan rumah kegiatan pelatihan tingkat provinsi tersebut.
“Suatu kebanggaan Sidrap tuan rumah kegiatan ini, terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dari berbagai daerah,” ucapnya.
Syaharuddin berharap kegiatan kepramukaan lebih sering dilaksanakan di Sidrap, termasuk untuk skala nasional.
Ia selanjutnya berpesan kepada seluruh peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat dari pelatihan tersebut di kwarcab masing-masing.
Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Sidrap itu menyoroti perkembangan digitalisasi yang cepat memengaruhi pola pikir generasi muda.
Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan organisasi pembinaan yang mampu menyesuaikan diri tanpa meninggalkan nilai dasar.
“Saat ini digitalisasi cepat dan anak-anak berubah mindset. Harus ada organisasi seperti Pramuka,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan moral dan akhlak generasi muda.
“Membina, membentengi moral dan akhlak generasi muda, salah satunya melalui aktivasi Pramuka,” ujar Syaharuddin.
Mengakhiri sambutan, Bupati mengajak semua pihak memperkuat peran Pramuka dalam pengembangan kecerdasan spiritual, emosional, dan intelektual anak-anak.
“Ayo bentengi akhlak dan moral anak kita. Kuatkan kecerdasan spiritual, emosional, intelektual lewat kehadiran Pramuka di daerah masing-masing,” tutupnya.
Pelatihan ini dipandu pelatih dan narasumber dari Pusdiklatda Sulawesi Selatan yang bersertifikat dan memenuhi syarat sebagai pelatih aktif.
Selama tujuh hari, peserta menerima materi Sistem Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan, peran dan tugas pelatih, teknik fasilitasi, dinamika kelompok, penyusunan Rencana Pembelajaran Kursus, micro teaching, evaluasi peserta, serta pendalaman materi untuk pembentukan karakter pelatih.
Pewarta: MUHAMMAD ALBAR
Editor: NURYADIN SUKRI