Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mendorong lahirnya inovasi daerah yang berorientasi pada kepedulian sosial dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui Gerakan SIPATUOKI’, sebuah gerakan kolaboratif yang diinisiasi bersama Dinas Sosial Kabupaten Sidrap.
Gerakan SIPATUOKI’ merupakan wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan, khususnya warga tidak mampu dan kelompok masyarakat rentan.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidrap, Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., mengatakan generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan daerah. Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi melalui gagasan, inovasi, dan aksi sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“SIPATUOKI’ lahir dari semangat kepedulian. Kami ingin membangun gerakan sosial yang tidak hanya berbicara tentang bantuan, tetapi juga bagaimana menghadirkan pelayanan sosial yang lebih cepat, kolaboratif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar Abdul Jabbar, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, inovasi pelayanan sosial membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Karang Taruna tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial, pemerintah desa dan kelurahan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat.
Melalui Gerakan SIPATUOKI’, semangat gotong royong diharapkan dapat diperkuat dengan pendekatan yang lebih terorganisasi. Persoalan sosial di masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi ruang pengabdian bagi generasi muda.
“Karang Taruna harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah. Pemuda memiliki energi, kreativitas, dan jejaring sosial yang dapat menjadi kekuatan besar untuk membantu pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan sosial,” lanjutnya.
Kolaborasi Karang Taruna bersama Dinas Sosial Kabupaten Sidrap melalui SIPATUOKI’ juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelayanan sosial yang lebih responsif. Data dan informasi mengenai masyarakat yang membutuhkan perhatian dapat menjadi dasar dalam menentukan bentuk intervensi yang tepat.
Abdul Jabbar menegaskan, keberhasilan sebuah inovasi daerah bukan hanya diukur dari konsep yang baik, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Ukuran keberhasilan SIPATUOKI’ sederhana: ketika ada warga yang membutuhkan, kita hadir; ketika ada persoalan sosial, kita bergerak; dan ketika ada keterbatasan, kita membangun kolaborasi. Inilah semangat pelayanan sosial yang ingin kita tumbuhkan,” tegasnya.
Ia berharap SIPATUOKI’ dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan sekaligus menjadi salah satu praktik baik dalam inovasi pelayanan sosial di Kabupaten Sidrap yang dimotori oleh generasi muda.
Bagi Karang Taruna Sidrap, inovasi tidak selalu harus berbentuk teknologi. Inovasi juga dapat berupa cara baru membangun kepedulian, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Dari kepedulian lahir gerakan, dari kolaborasi lahir kekuatan, dan dari gerakan yang konsisten lahir perubahan. Gerakan SIPATUOKI’ adalah bagian dari ikhtiar generasi muda Sidrap untuk menghadirkan perubahan tersebut,” tutup Abdul Jabbar.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI