Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, menerima audiensi kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Sidrap, Kamis malam (4/6/2026).
Dalam pertemuan di Rumah Jabatan Bupati tersebut, Syaharuddin sekaligus melepas secara resmi kontingen yang akan mengikuti Pekan Nasional (Penas) KTNA XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo, pada 20–25 Juli 2026.
Kegiatan dihadiri Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Ibrahim, Kadis Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Andi Safari Renata, Kadis Perdagangan dan Perindustrian Muhammad Fajri, Ketua KTNA Sidrap Abdul Samad, serta Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali.
Dalam arahannya, Bupati Syaharuddin Alrif memotivasi para peserta. Ia meminta kontingen menjadi duta daerah yang mampu memperkenalkan berbagai inovasi dan keberhasilan sektor pertanian yang telah dicapai Sidrap beberapa tahun terakhir.
"Insya Allah, KTNA Sidrap akan memperkenalkan visi pertanian yang sedang kita bangun. Program unggulan kita meliputi IP 300, listrik masuk sawah, peningkatan produktivitas hingga 10 ton per hektare, serta target produksi satu juta ton gabah dalam satu tahun," ujar Syaharuddin.
Menurutnya, Penas KTNA adalah wadah strategis bagi petani dan nelayan untuk bertukar pengalaman dan memperluas wawasan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang membangun jejaring dengan pelaku pertanian dari berbagai daerah di Indonesia.
Syaharuddin meminta seluruh peserta memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap ilmu, teknologi, dan inovasi terbaru.
"Saya berharap apa yang diperoleh di Gorontalo dapat diimplementasikan di daerah kita untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani Sidrap," pesannya.
Ketua KTNA Sidrap, Abdul Samad, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Ia menegaskan kesiapan peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Penas XVII dan mempromosikan capaian pembangunan pertanian Sidrap di tingkat nasional.
Sebagai informasi, Penas KTNA merupakan agenda nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, serta pelaku usaha sektor pertanian dari seluruh Indonesia.
Keikutsertaan ini diharapkan mampu membawa praktik terbaik guna mempercepat pembangunan sektor pertanian di Bumi Nene Mallomo.
Pewarta: HARIYANTO BASRI
Editor: NURYADIN SUKRI