Jaga Stabilitas Harga Telur, Bupati Sidrap Dialog Bersama Peternak dan Pedagang

Jum'at, 5 Juni 2026
Jaga Stabilitas Harga Telur, Bupati Sidrap Dialog Bersama Peternak dan Pedagang

Jaga Stabilitas Harga Telur, Bupati Sidrap Dialog Bersama Peternak dan Pedagang

Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menggelar pertemuan koordinasi strategis bersama para peternak ayam petelur dan pedagang telur di Baruga Rumah Jabatan Bupati, Kamis malam (4/6/2026). 

Pertemuan ini dilaksanakan sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan kelancaran rantai pasok telur di Kabupaten Sidrap.

Dalam suasana diskusi yang interaktif, Bupati berdialog langsung dengan para peternak guna memetakan berbagai kendala, mulai dari persoalan pakan, efisiensi produksi, hingga hambatan distribusi. 

Pada sisi lain, para pedagang memberikan masukan terkait kondisi harga di pasar serta kebutuhan riil masyarakat saat ini.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Sidrap, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ahmad Dollah beserta jajaran, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muhammad Fajri Salman.

Turut hadir Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Haris Alimin, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Fandy Anshary, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Bupati Syaharuddin Alrif menjelaskan, setelah sempat stabil pada periode April 2025 hingga April 2026, kondisi harga saat ini mengalami dinamika pada Mei hingga Juni. 

Berdasarkan analisis mendalam, ia menemukan dua faktor utama penyebab kendala tersebut, yakni penurunan permintaan pasar dan hambatan pada proses karantina.

“Masalah pertama adalah penurunan permintaan. Pada minggu kedua bulan Mei hingga minggu ini, terjadi penurunan daya serap pasar. Setelah kita pelajari, saya optimistis mulai minggu ini permintaan akan kembali terurai seiring meningkatnya agenda hajatan warga,” jelas Syaharuddin.

Guna mengurai hambatan distribusi dan meningkatkan penyerapan produksi, Pemerintah Kabupaten Sidrap mengambil berbagai langkah taktis. 

Pertama, implementasi program SPPG di Sidrap yang dimulai sejak tanggal 2 Juni dengan target penggunaan telur dua kali dalam seminggu. 

Selanjutnya, Bupati Sidrap secara khusus telah mengundang KPPG dan perwakilan peternak telur dari empat pasar saat kunjungan kerja di Kendari untuk membangun jejaring pemasaran yang lebih luas. 

Selain itu Pemerintah Kabupaten terus mendorong koordinasi intensif dengan KPPG untuk mempromosikan penggunaan telur lokal pada berbagai acara pengantin maupun hajatan masyarakat.

Terkait hambatan kedua, yakni pengurusan karantina, Bupati menegaskan solusi percepatan melalui penyediaan fasilitas daerah. 

“Saya sudah usulkan adanya Labkesda di Sidrap agar peternak lebih mudah dan tidak perlu lagi ke Makassar. Saya mau sudah beroperasi di Sidrap pada bulan Agustus atau September mendatang,” tegasnya.

Bupati optimistis, melalui sinergi permintaan, distribusi yang lancar, serta perizinan yang lebih mudah, stabilitas harga telur—termasuk telur bebek dan ayam kampung—akan kembali terjaga dengan baik.

Sebagai langkah tindak lanjut, rapat tersebut menyepakati sepuluh poin kesimpulan utama:

 1. Evaluasi rapat rutin dilakukan setiap dua bulan.
 2. Penyelenggaraan koordinasi yang terbuka dan transparan.
 3. Penguatan mekanisme pasar.
 4. Pengendalian produksi agar tidak terjadi over-production.
 5. Pendataan seluruh peternak dalam grup koordinasi resmi.
 6. Komitmen seluruh pihak untuk aktif dan transparan.
 7. Target penyelesaian pemeriksaan produk asal hewan oleh Labkesda dan Disnakkan pada bulan Agustus.
 8. Pengembangan rencana pembangunan pabrik tepung telur.
 9. Persiapan menyambut kunjungan Menteri Bappenas.
 10. Sinergi terkait SPHP Jagung.

Pewarta: ABDUL HASAN 
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...