Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar edukasi keuangan bagi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan secara bijak di era digital, Kamis (25/6/2026).
Acara berlangsung di Aula Saromase, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, menyasar pelaku UMKM, ibu rumah tangga, petani, guru, serta masyarakat umum se-Kabupaten Sidrap.
Edukasi ini menjadi upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara tepat sekaligus menghindari risiko penggunaan keuangan yang tidak produktif.
Kegiatan dibuka Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, dihadiri Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin, Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen serta Perizinan OJK Sulsel-Sulbar Arif Machfoed, serta Staf Ahli Direksi Bidang Kredit Rahmat Mustamin.
Turut hadir Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Sidrap Andi Trisna Wardani, perwakilan Pegadaian Parepare Sugianto, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Patahangi Nurdin, kepala OPD terkait, serta para camat.
Bupati Syaharuddin dalam arahannya menekankan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat, khususnya di tengah kemudahan akses layanan digital yang dapat memengaruhi pola pengelolaan uang.
“Tentu sangat bagus dan sangat strategis dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak dan proaktif. Apalagi sekarang era digitalisasi, kita kadang terlena dan tidak terkontrol,” ujarnya.
Ia selanjutnya menyampaikan Sidrap memiliki potensi ekonomi yang ditopang berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, hingga industri pangan.
“Sumber pendapatan masyarakat Sidrap: lumbung beras, lumbung telur, perikanan, pertanian, perdagangan, dan industri pangan. Pertumbuhan ekonomi kita bagus, 2024 tumbuh 4%, 2025 naik 7,71%. Sektor terbesar masih pertanian dengan distribusi dan pertumbuhan 30%. Ini penopang utama kita,” katanya.
Menurutnya, sektor industri pengolahan juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Dengan keberadaan 182 pabrik beras, Sidrap berperan sebagai salah satu daerah penyangga pangan Sulawesi Selatan hingga Indonesia.
Bupati juga mencontohkan dampak kegiatan Dino Planet yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidrap selama 25 hari dalam mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Kegiatan tersebut mencatat penjualan tiket sebanyak 27 ribu, pendapatan asli daerah sekitar Rp80 juta, serta memberikan dampak terhadap omzet pelaku UMKM sekitar Rp1,29 miliar.
“Total UMKM selama Dino Planet omzet 1 miliar 290 juta rupiah. Jumlah penjual sekitar 90 di pelataran sampai belakang. Tempat yang tadinya kumuh sekarang bersih,” jelasnya.
Ia meminta pelaku UMKM menjaga kebersihan tempat usaha, meningkatkan variasi produk, dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah.
Syaharuddin tak lupa mengingatkan masyarakat agar peningkatan pendapatan tidak diikuti perilaku konsumtif. Ia meminta warga lebih bijak memanfaatkan hasil usaha dan menghindari penggunaan uang untuk hal-hal yang tidak produktif.
“Jangan sampai banyak hasil panen, banyak penjualan tapi main slot, main judol, banyak uang karena main HP, tiba-tiba banyak promosi umroh, beli motor, belanja daring tidak terkontrol akhirnya jebol keuangannya. Makanya pelatihan ini sangat bagus,” pesannya.
Untuk itu, Bupati mengajak masyarakat menjadikan hasil pendapatan sebagai modal investasi untuk masa depan. “Setelah uang banyak, tabung untuk investasi, jangan gaya dulu baru hutang di belakang. Jadi cari uang, perbanyak uang untuk investasi,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen serta Perizinan OJK Sulsel-Sulbar Arif Machfoed mengatakan perkembangan sektor jasa keuangan saat ini semakin pesat seiring kemudahan akses layanan digital.
Ia menjelaskan, masyarakat kini dapat menggunakan berbagai layanan keuangan melalui telepon genggam, mulai dari menabung, membayar tagihan, mengajukan pembiayaan, hingga berinvestasi. Namun, kemudahan tersebut harus diiringi pemahaman terhadap manfaat, risiko, hak, dan kewajiban sebagai konsumen.
Menurut Arif, tantangan saat ini bukan hanya meningkatkan penggunaan produk keuangan, tetapi memastikan masyarakat memahami cara memanfaatkannya secara tepat.
“Oleh karena itu, peningkatan literasi keuangan bagi masyarakat Sidrap menjadi sangat penting agar hasil usaha yang diperoleh dapat dikelola secara lebih optimal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Arif.
Masyarakat juga diminta bijak menggunakan layanan keuangan digital dengan menjaga keamanan data pribadi dan menghindari utang yang tidak produktif.
Ia mengingatkan adanya berbagai modus penipuan keuangan digital, seperti investasi ilegal, pinjaman online ilegal, penipuan hadiah, kerja paruh waktu palsu, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Untuk itu, masyarakat diminta menerapkan prinsip “Legal dan Logis”, yakni memastikan produk dan layanan keuangan memiliki izin resmi serta tidak mudah tergiur tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa risiko yang jelas.
Masyarakat yang menemukan indikasi penipuan keuangan dapat melaporkan melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) OJK. “Semakin cepat lapor, semakin besar peluang penanganan,” imbau Arif.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat.
Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI