Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif memberikan pembekalan kepada 320 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Senin (29/6/2026), di Auditorium H. Zainal Razak UMS Rappang.
Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin mengajak mahasiswa turut berkontribusi dalam proses transformasi Sidrap ke arah yang makin baik melalui pengabdian dan penerapan ilmu di tengah masyarakat.
Mahasiswa UMS Rappang dari berbagai fakultas akan melaksanakan KKN selama dua bulan, mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026, di sejumlah wilayah Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Enrekang. Mereka akan ditempatkan dalam 40 posko pengabdian masyarakat.
Turut hadir dalam pembekalan tersebut, Rektor UMS Rappang Dr. Prof. Jamaluddin Ahmad, Kepala LP3M UMS Rappang Dr. Ahmad Mustanir, jajaran pimpinan UMS Rappang, kepala desa lokasi KKN, dosen pembimbing lapangan, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Dalam paparannya, Syaharuddin mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
“KKN menjadi momentum bagi mahasiswa untuk ikut memahami persoalan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi sesuai bidang keilmuan masing-masing,” terangnya.
Syaharuddin juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Sidrap dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, perubahan dilakukan dengan memperbaiki pola kerja pemerintahan dan fokus pada sektor yang menjadi kekuatan daerah.
“Kita sudah melakukan perubahan untuk Sidrap yang bukan hanya sekadar teori, tetapi praktik dengan mengubah metode kerja,” katanya.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sidrap mengalami peningkatan dari sebelumnya. Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan ekonomi Sidrap pada 2024 berada di angka 4 persen, kemudian meningkat menjadi 7,71 persen pada 2025 dan menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan.
“Begitu saya diberi amanah oleh masyarakat Sidrap, saya langsung melakukan perubahan, meng-upgrade sektor pertanian, bekerja siang sore malam subuh agar petani sejahtera,” ujarnya.
Menurutnya, upaya tersebut turut berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Ia menyebut angka kemiskinan Sidrap yang sebelumnya 5,96 persen turun menjadi sekitar 4 persen dan menjadi yang terendah di Pulau Sulawesi.
“Kalau dulu angka kemiskinan Sidrap berada di angka 5,96 persen. Kita bekerja, memaksimalisasi, menggarap, dan mengubah pola kerja. Akhirnya satu tahun bekerja Sidrap duduk di angka 4 persen dan kita dinobatkan menjadi angka kemiskinan terendah di Pulau Sulawesi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menjelaskan visi pembangunan Sidrap, yakni mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera. Dikatakannya, maju berarti terus bergerak dan berubah, sementara sejahtera berarti masyarakat dapat hidup berkecukupan.
Ia mencontohkan perkembangan sektor pertanian Sidrap yang terus meningkat. Produksi gabah yang sebelumnya sekitar 400 ribu ton dengan nilai Rp2,5 triliun pada 2024, meningkat menjadi sekitar 700 ribu ton dengan nilai Rp4,6 triliun pada 2025.
“Kalau dulu orang bilang bertani itu kotor, miskin. Kalau di Sidrap itu salah. Petani itu keren, banyak uangnya, dan modern. Sekarang bertani pakai rotavator, transplanter, drone sprayer, combine. Pabriknya total 182 pabrik,” jelasnya.
Selain pertanian, Syaharuddin juga menyampaikan potensi sektor peternakan dan energi terbarukan Sidrap. Ia menyebut populasi ayam mencapai 5,4 juta ekor dengan produksi telur sekitar 5 juta butir per hari.
Ia juga memaparkan pengembangan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kabupaten Sidrap.
Di hadapan mahasiswa, Syaharuddin meminta peserta KKN ikut mendukung program pemerintah, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membantu mengatasi persoalan pendidikan.
“Salah satu misi utama KKN, coba adik-adik ajari masyarakat untuk tidak membuang sampah,” pesannya.
Ia juga meminta mahasiswa mendata anak-anak yang mengalami putus sekolah di lokasi KKN.
“Saya harap kepada mahasiswa bila ada anak-anak yang tidak sekolah lapor kepada dosen pembimbing, nanti dilaporkan kepada saya dan kita langsung kasih masuk di sekolah rakyat,” tutupnya.
Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI