Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Sidrap menerima kunjungan kerja dari Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Maros, Kamis (4/6/2026).
Kunjungan yang berlangsung di kantor instansi yang lazim disebut Dinas Pertanian tersebut, bertujuan untuk mempelajari kiat sukses Kabupaten Sidrap dalam mempertahankan posisinya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Rombongan DPRD Maros dipimpin Ketua Komisi III Hj. Haeriah Rahman, diterima Sekretaris Dinas TPHPKP Sidrap, Suriyanto. Dalam diskusi tersebut, terungkap kunci keberhasilan Sidrap melalui berbagai program strategis yang pro-petani.
Suriyanto menjelaskan, fokus utama program Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat ini adalah penerapan pola tanam Indeks Pertanian (IP) 300 yang didukung penuh program "Listrik Masuk Sawah".
Program ini dipadukan dengan program nasional, yakni Optimasi Lahan (Oplah) Non-Rawa, yang terbukti mampu meningkatkan intensitas tanam dan produksi petani secara signifikan.
"Integrasi antara program IP 300, fasilitas listrik masuk sawah, serta dukungan program nasional Oplah Non-Rawa menjadi pilar utama dalam meningkatkan produktivitas pertanian kita," terang Suriyanto.
Selain infrastruktur dan pola tanam, pemerintah daerah juga memberikan perhatian serius pada aspek ketersediaan input produksi. Suriyanto menegaskan Pemkab Sidrap terus berupaya menjaga ketersediaan pupuk bagi para petani.
Ditambahkannya, produktivitas gabah digenjot dengan penggunaan benih unggul dan teknologi budidaya, hilirisasi pertanian, penguatan brigade pangan untuk mendorong petani milenial, penggunaan alsintan modern, serta peran pengusaha penggilingan dalam mengolah gabah dari wilayah sekitar.
Di sisi lain, Suriyanto juga menjelaskan harga gabah di Sidrap seringkali lebih tinggi dibandingkan kabupaten tetangga karena proses pascapanen di Sidrap sudah menggunakan alat modern.
"Keunggulan pascapanen ini didukung oleh penggunaan mesin modern yang membuat produk turunan padi, seperti sekam dan dedak, tetap memiliki nilai ekonomi tinggi bagi petani," ujarnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi sarana pertukaran informasi dan pengalaman untuk memperkuat sektor pertanian di daerah masing-masing, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI