Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memaparkan strategi menjaga keberlanjutan pembangunan daerah di tengah efisiensi anggaran dalam dialog Indonesia Future Leader #2: Refleksi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo yang diselenggarakan Total Politik, Kamis (15/10/2026).
Dialog tersebut menghadirkan sejumlah kepala daerah lainnya, yakni Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, serta Bupati Jember Gus Fawait.
Dalam acara yang dipandu Budi Adiputro dan Arie Putra tersebut, Syaharuddin menegaskan efisiensi anggaran bukanlah hambatan, melainkan peluang bagi pemerintah daerah untuk semakin kreatif dan inovatif.
"Ini peluang untuk kreatif dalam mengoptimalkan sumber daya serta menjalankan program prioritas Presiden, seperti swasembada pangan yang digalakkan di Kabupaten Sidrap," ujar Syaharuddin.
Ia mengungkapkan, APBD Sidrap yang sebelumnya mencapai Rp1,3 triliun mengalami penyesuaian hingga tersisa sekitar Rp1,09 triliun. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah mengelola anggaran secara efektif agar program pembangunan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.
Syaharuddin kemudian memaparkan strategi pembangunan Sidrap melalui penguatan sektor unggulan, terutama pertanian, peternakan, dan pengembangan energi terbarukan.
Pada sektor pertanian, ia menjelaskan produktivitas padi di Sidrap meningkat dari sekitar 7 ton menjadi 10–11 ton. Peningkatan tersebut didukung kelancaran pupuk, modernisasi pertanian, serta keterlibatan petani milenial yang sejalan program pemerintah pusat.
Selain produktivitas, harga gabah juga mengalami peningkatan. Syaharuddin menyebut harga gabah yang sebelumnya berkisar Rp5.000 per kilogram naik menjadi Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram pada 2026.
Ekosistem pertanian Sidrap, lanjut Syaharuddin, turut ditopang 284 pabrik penggilingan beras milik masyarakat. Produksi beras dari daerah ini dipasarkan ke berbagai wilayah, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan sejumlah daerah di Sulawesi.
Di sektor peternakan, Sidrap mencatat produksi sekitar 5,4 juta butir telur per hari. Capaian tersebut memperkuat peran sektor pangan sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.
Strategi pembangunan itu juga tercermin dalam capaian indikator ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Syaharuddin menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen pada 2025, meningkat dari sekitar 4 persen pada 2024.
"Dari sebelumnya Sidrap posisi 21 dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, langsung naik menjadi peringkat pertama pertumbuhan ekonominya," terangnya.
Sementara itu, angka kemiskinan turun dari 5,6 persen pada 2024 menjadi 4,9 persen pada 2025, kemudian mencapai 4,65 persen pada tahun 2026 berdasarkan rilis data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS).
Syaharuddin turut menyoroti program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut memungkinkan anak memperoleh pendidikan sekaligus fasilitas pendukung yang memadai.
Pada sektor energi, ia menyampaikan dukungan Sidrap terhadap pengembangan energi terbarukan, termasuk melalui keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang menjadi salah satu tonggak pengembangan energi angin di Indonesia.
Dalam forum tersebut, Bupati Syaharuddin Alrif didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sidrap Mahluddin, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Sidrap Fandy Anshary.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI