Panen IP 300 Terus Berjalan di Sidrap, Kali Ini di Aka-Akae

Selasa, 23 Desember 2025
Panen IP 300 Terus Berjalan di Sidrap, Kali Ini di Aka-Akae

Panen IP 300 Terus Berjalan di Sidrap, Kali Ini di Aka-Akae

Program Indeks Pertanaman (IP) 300 di Kabupaten Sidenreng Rappang terus menunjukkan hasil nyata. Kali ini, panen digelar di Desa Aka-Akae, Kecamatan Watang Sidenreng, dipimpin langsung Bupati Syaharuddin Alrif, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan mendukung swasembada pangan nasional ini dihadiri Kepala Dinas PSDA Sidrap Andi Safari Renata, Camat Watang Sidenreng Andi Saifullah Tenri Tatta, Kepala Desa Aka-Akae Amiruddin, perwakilan Dinas TPHPKP, para lurah dan kepala desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Ketua KTNA, Gapoktan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya.

Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan panen IP 300 tidak hanya berlangsung di Desa Aka-Akae, tetapi juga telah dimulai di sejumlah kecamatan lain, seperti Kulo, Pancarijang, dan Maritengngae. Ia mencontohkan panen sebelumnya di Desa Mario yang menghasilkan 8,9 ton per hektare dengan harga gabah Rp7.000 per kilogram.

“Pemkab Sidrap berkomitmen memanfaatkan seluruh musim tanam, baik MT 1, MT 2, maupun MT 3, untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Tantangan di lapangan tidak menjadi penghalang selama petani mampu mengelola lahan secara maksimal,” ujarnya.

Syaharuddin juga memaparkan dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian, termasuk kelancaran pupuk, stabilitas harga komoditas, serta penguatan infrastruktur. Di Desa Aka-Akae, dari total 1.027 hektare lahan sawah, terdapat 552 hektare yang menerima bantuan optimalisasi lahan nonrawa dengan nilai anggaran sekitar Rp3 miliar.

Bantuan tersebut mencakup pengeboran air untuk sawah nonirigasi. Selain itu, Pemkab Sidrap juga mengalokasikan dukungan listrik masuk sawah di Kecamatan Watang Sidenreng, yang mencakup hampir 3.000 hektare sawah tadah hujan dengan total anggaran sekitar Rp15 miliar, dengan porsi terbesar berada di Desa Aka-Akae.

Pemkab Sidrap juga menyiapkan penguatan irigasi, brigade pangan, serta mendorong transformasi menuju pertanian berbasis teknologi. Targetnya, petani Sidrap memiliki kemandirian air sebagai fondasi peningkatan produktivitas pertanian berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Aka-Akae, Amiruddin, melaporkan bahwa pola tanam tiga kali setahun telah berjalan dengan baik di wilayahnya. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi mencapai sekitar 7,2 ton per hektare.

Ia menyampaikan bahwa Desa Aka-Akae merupakan kawasan persawahan yang tidak lagi memiliki lahan untuk percetakan sawah baru. Oleh karena itu, penerapan IP 300 dinilai menjadi solusi untuk meningkatkan hasil panen dan pendapatan masyarakat. 

“Selain padi, masyarakat juga mendapatkan dukungan program penanaman alpukat di pekarangan sebagai sumber tambahan ekonomi,” tandasnya.

Kegiatan panen perdana IP 300 di Desa Aka-Akae dirangkaikan dengan penyerahan bibit alpukat dan benih padi kepada para petani.

Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...