Sebanyak 561 unit pompa air disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk membantu menghadapi dampak El Nino. Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian RI dalam rangka penanganan El Nino.
Pompa yang disalurkan terdiri atas berbagai ukuran, yakni 3 inci, 4 inci, dan 6 inci. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung petani yang menghadapi kekeringan dan menjaga pertanaman tetap produktif.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyerahkan bantuan pompa air tersebut dalam apel sore gabungan ASN di Lapangan Kompleks SKPD Kabupaten Sidrap, Kamis (10/9/2026). Penyerahan dihadiri Wakil Bupati Nurkanaah, sejumlah anggota DPRD, kepala desa, dan jajaran ASN Pemkab Sidrap.
Syaharuddin mengatakan, bantuan pompa air menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membantu petani menghadapi dampak kemarau El Nino.
Menurutnya, dari sekitar 51 ribu hektare pertanaman yang ditanam pada 2026, sekitar 4 ribu hingga 5 ribu hektare atau 9–10 persen terdampak kemarau. Sementara sekitar 90 persen atau sekitar 47 ribu hektare lainnya masih dapat diselamatkan sehingga masyarakat tetap bisa melakukan panen.
“Alhamdulillah pertanian kita di Kabupaten Sidrap selamat dengan baik dan bisa dinikmati oleh masyarakat kita,” ujarnya.
Ia menyampaikan, bantuan diberikan kepada kelompok tani di sejumlah wilayah yang terdampak kemarau, termasuk Kecamatan Kulo, Panca Rijang, Watang Sidenreng, Watang Pulu, serta beberapa kecamatan lainnya.
“Bantuan ini saya serahkan secara kolektif supaya langsung dirasakan oleh masyarakat kita,” katanya.
Syaharuddin meminta kelompok tani memanfaatkan dan menyimpan bantuan tersebut dengan baik sehingga dapat kembali digunakan ketika terjadi kondisi kemarau.
“Saya berharap bantuan pompa ini dimanfaatkan dan disimpan baik-baik. Kalau ada kondisi kemarau seperti ini, bisa langsung kita manfaatkan kembali,” ujarnya.
Selain bantuan pompa, pemerintah daerah juga terus mendorong dukungan sarana pertanian melalui program listrik masuk sawah dan bantuan alat dan mesin pertanian. Syaharuddin mengatakan, seluruh dukungan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Pemerintah daerah menargetkan produktivitas hingga 10 ton per hektare sebagai bagian dari upaya mencapai target satu juta ton gabah Sidrap pada 2027.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Sidrap, Ibrahim, melalui Sekretaris Dinas, Suriyanto, menjelaskan bantuan tersebut merupakan dukungan Kementerian Pertanian sebagai bagian dari penanganan dampak El Nino.
Menurutnya, berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk membantu petani menghadapi kekeringan. Pemerintah daerah tidak membiarkan petani menghadapi kondisi tersebut sendiri.
“Upaya-upaya tersebut diapresiasi dan direspons positif oleh Kementerian Pertanian. Kementerian menilai Sidrap membutuhkan pompanisasi. Bapak Bupati terus melakukan komunikasi intensif dengan Kementerian Pertanian sehingga kita mendapatkan bantuan untuk petani Sidrap,” tandas Suriyanto.
Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI