Bupati Panen di Sawah Tadah Hujan Talumae, Segini Hasilnya

Kamis, 5 Maret 2026
Bupati Panen di Sawah Tadah Hujan Talumae, Segini Hasilnya

Bupati Panen di Sawah Tadah Hujan Talumae, Segini Hasilnya

Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, melaksanakan panen padi musim tanam I di Desa Talumae, Kecamatan Watang Sidenreng, Kamis (5/3/2026). 

Hasil ubinan di sawah tadah hujan tersebut mencapai 6,14 kilogram atau setara 9,8 ton per hektare.

Panen dihadiri Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Ibrahim bersama jajaran, Sekretaris Dinas Kominfo Mursalim Halim, Camat Watang Sidenreng Andi Saipullah Tenri Tatta, serta perwakilan Advansia.

Turut hadir para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Watang Sidenreng, Kepala Puskesmas Empagae, tokoh masyarakat setempat, para penyuluh pertanian Watang Sidenreng, serta undangan lainnya.

Syaharuddin Alrif menyampaikan panen tersebut menjadi bukti perubahan kawasan Talumae dan Damai yang sebelumnya dikenal sebagai daerah kering dan kurang produktif.

“Sengaja kita berkumpul di sini untuk memperlihatkan hasil kerja keras masyarakat Talumae dan Damai. Dulu, daerah ini dikenal sebagai daerah yang tidak produktif dan kering, tapi Alhamdulillah, hari ini kita bisa buktikan bahwa Talumae dan Damai telah berubah menjadi daerah yang produktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan hasil ubinan sawah tadah hujan menunjukkan produksi mencapai 9,8 ton per hektare. Menurutnya, capaian itu tergolong tinggi karena lahan tersebut bukan sawah irigasi teknis.

“Hasil perhitungan dari hasil ubinan sawah tadah hujan menunjukkan bahwa produksi padi mencapai 9,8 ton per hektar. Ini adalah hasil yang luar biasa, terutama karena sawah ini adalah sawah tadah hujan non-irigasi,” katanya.

Syaharuddin juga menilai potensi pertanian Sidrap sangat besar jika didukung teknologi dan pengelolaan lahan yang tepat.

“Saya ingin menunjukkan bahwa Sidrap memiliki tanah yang subur dan teknologi yang tepat, sehingga cocok untuk sektor pertanian. Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat hasil yang luar biasa dari sawah ini, yang baru dua kali tanam,” tuturnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan lahan yang belum produktif untuk pengembangan sawah.

“Saya berpikir bahwa tanah yang tidak berguna, kecuali yang tidak ada hasil kebunnya sama sekali, kita alihkan menjadi sawah. Alhamdulillah, ini membuktikan bahwa kita bisa membuat perubahan dan menjadi semangat bagi petani di Sidrap,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Syaharuddin menyebut capaian sektor pertanian turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hasil ini juga menunjukkan bahwa Sidrap telah menjadi juara satu pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan dan juara 16 di Indonesia. Ini karena kerja keras petani dan masyarakat Sidrap,” ucapnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperkuat nilai keagamaan serta mendorong perputaran ekonomi di daerah.

“Saya minta tolong kepada masyarakat untuk membayar zakat dan rajin ke mesjid. Saya juga minta tolong untuk tidak lebaran di luar Kabupaten Sidrap, supaya uang yang kita dapat dibelanjakan di kampung sendiri,” pesannya.

Di akhir sambutan, ia menyampaikan sejumlah program pertanian yang akan dijalankan di wilayah tersebut, termasuk uji coba indeks pertanaman.

“Terakhir, saya ingin menyampaikan bahwa bantuan telah masuk di Watang Sidenreng, terbanyak kedua setelah Kecamatan Panca Lautang. Dan nanti kita uji coba Indeks Tanaman 300 di Desa Talumae ini,” jelasnya.

Kepala Dinas TPHPKP Sidrap, Ibrahim, menyebut pemerintah daerah tengah memperkuat pembangunan infrastruktur pertanian untuk mendukung produksi.

“Beberapa hari terakhir, kami telah mendampingi Pak Bupati Sidrap dalam upaya pembangunan pertanian untuk tahun 2026. Alhamdulillah, beberapa titik terang telah muncul, termasuk 45 titik jaringan irigasi tersier yang akan dibangun dengan biaya 100 juta per titik,” ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait program penangkaran benih.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk melakukan penangkaran benih, yang akan disponsori oleh produsen dan dibeli oleh Kementerian Pertanian,” katanya.

Menurutnya, program tersebut direncanakan berlangsung di lahan seluas 200 hektare dan melibatkan petani di Sidrap.

“Kami akan melakukan penangkaran benih di lahan seluas 200 hektar, yang akan dimitra dengan Kementerian Pertanian dan disalurkan kepada petani di Sidrap. Hal ini dilakukan karena kami ingin memastikan bahwa benih yang digunakan oleh petani di Sidrap adalah benih yang berkualitas dan aman,” terangnya.

Sementara itu, Camat Watang Sidenreng Andi Saipullah Tenri Tatta menyampaikan panen berlangsung di Dusun Dua, Desa Talumae, yang berbatasan langsung dengan Desa Damai.

“Setelah dilakukan uji dan tes, hasil panen mencapai 9,8 ton per hektar. Ini adalah sawah tadah hujan, bukan sawah irigasi teknis. Padahal, di Desa Talumae terdapat 400 hektar sawah, dan hanya 30 hektar yang merupakan sawah irigasi,” paparnya.

Ia menilai capaian tersebut menunjukkan potensi besar sawah tadah hujan di wilayahnya.

“Hasil panen yang kita dapatkan hari ini menunjukkan bahwa sawah tadah hujan dapat mengimbangi hasil panen dari sawah irigasi. Ini adalah kabar baik bagi petani di Desa Talumae dan sekitarnya,” tutupnya.

Pewarta: ABDUL HASAN 
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...